Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Media Asing Menilai Baik Pencapaian Presiden Jokowi Di Tahun 2016

Istana & Kementerian
31 Dec 2016
Media Asing Menilai Baik Pencapaian Presiden Jokowi Di Tahun 2016

 

Jakarta - Media asing memberi rapor bagus bagi Presiden Jokowi atas pencapaiannya di tahun 2016. Hal ini diapresiasi oleh pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina yaitu Hendri Satrio.

 

"Memang perlu diapresiasi. Apalagi penilaian ini datang dari media massa asing (Bloomberg). Artinya strategi pemerintahan, khususnya di bidang ekonomi sudah berada di jalur yang tepat," kata Hendri Satrio di Jakarta, Sabtu 31/12.

 

Hanya saja, ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak terlena dengan pujian dari Bloomberg ini. Sebab masih banyak pekerjaan rumah yang menanti. Misalnya efektivitas penggunaan hutang luar negeri, meningkatkan produktivitas warga usia produktif, mengembangkan industri terutama perkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan mengamankan ketahanan pangan.

 

Tak main-main. Presiden Joko Widodo mendapat nilai tertinggi, sebagai pemimpin terbaik atau paling unggul di antara para pemimpin Asia-Australia di tahun 2016 ini.

 

Menurut Bloomberg, Joko Widodo merupakan satu-satunya pemimpin negara yang memiliki performa positif dalam seluruh aspek yang dinilai. Di antaranya, menaikkan kekuatan nilai tukar (2,41 persen), menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif (5,02 persen skala tahun ke tahun) dan memiliki tingkat penerimaan publik yang tinggi (69 persen).

 

Dibanding pemimpin negara lainnya yang memiliki ukuran ekonomi setara atau lebih besar, prestasi Jokowi masih lebih menonjol. Malaysia dan Filipina sama-sama tercatat memiliki nilai tukar negatif sebesar 4,26 persen dan 5,29 persen.

 

Sedang Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye memiliki catatan merah untuk semua aspek. Fakta tersebut didukung dari data bahwa, nilai tukar Won menurun sebesar 2 persen dan pertumbuhan ekonomi yang hanya di angka 2,87 persen. Penerimaan publik atas Geun Hye hanya sebesar 4 persen. Itu sebabnya ia dipaksa mengundurkan diri.

 

Selama 2016 Jokowi telah menekankan otoritasnya kepada lembaga-lembaga politik. Dengan menggabungkan kepemimpinan dan kepiawaian politiknya, yaitu dengan data bahwa ia mengendalikan dua per tiga kursi di parlemen. Program keberhasilan "tax amnesty" juga mampu membiayai program pembangunan infrastrukturnya.

 

Dari keseluruhan pemimpin yang dinilai oleh Bloomberg yaitu delapan pemimpin negara, Jokowi satu-satunya pemimpin dunia yang memiliki semua indikator positif untuk tiga kategori yaitu fluktuasi kurs, pertumbuhan ekonomi dan rating penerimaan publik.

 

Pertukaran nilai mata uang paling rendah dimiliki oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping yang menurut data telah turun sebesar minus 6,63 persen, paling rendah diantara yang lain.

 

Kedelapan pemimpin tersebut yang didata oleh Bloomberg adalah Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull (disebutkan tanpa berurutan peringkat).(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X