AS Catat 518 Kematian Akibat Virus Corona Dalam 24 Jam

Internasional
30 Mar 2020

hariansuara.com, Jakarta -  Amerika Serikat mencatat 518 kematian akibat virus corona atau Covid-19 dalam rentang 24 jam, menurut data Universitas Johns Hopkins.Jumlah korban yang tercatat, lebih tinggi dari peningkatan 453 pada hari sebelumnya, menjadikan jumlah total kematian negara itu sejak dimulainya pandemi menjadi 2.409 orang. Jumlah kasus meningkat 21.333 dalam satu hari.Jumlah

Kasus Covid-19 Semakin Bertambah, Trump Perpanjang Pedoman Jarak Sosial Nasional Sampai 30 April

Internasional
30 Mar 2020

hariansuara.com, Jakarta-  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa pedoman jarak sosial nasional yang ditujukan untuk memperlambat penyebaran virus corona atau Covid-19 akan diperpanjang hingga 30 April."Kami akan memperpanjang pedoman hingga 30 April, untuk memperlambat penyebaran," kata Trump pada briefing Satuan Tugas Koronavirus Gedung Putih yang

Orang Indonesia di New York: Kota Ini Sepi Seperti Kota Mati

Internasional
29 Mar 2020

hariansuara.com, Jakarta  - Amerika Serikat, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins, menjadi negara terbanyak kasus Covid-19. Tercatat pada Minggu, (29/3/2020), di AS terdapat 124,377 kasus Covid-19 dengan angka kematian mencapai 2,190 orang dan New York sebagai salah satu wilayah yang paling parah terdampak dengan puluhan ribu kasus Covid-19.Sebagai

Selamatkan Ekonomi Akibat Corona, Trump Teken Paket Stimulus Terbesar dalam Sejarah AS

Internasional
28 Mar 2020

hariansuara.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Jumat menandatangani RUU stimulus 2 triliun dolar, paket stimulus terbesar dalam sejarah AS, dalam upaya untuk menyelamatkan ekonomi yang hancur oleh pandemi virus corona atau Covid-19.Sebelumnya Senat menyetujui RUU itu pada Rabu malam, setelah putaran negosiasi yang keras antara pihak Demokrat dan Republik."Ini akan

PM Inggris Boris Johnson Positif Covid-19

Internasional
27 Mar 2020

hariansuara.com, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dinyatakan positif Covid-19 dan telah melakukan isolasi mandiri."Selama 24 jam terakhir saya ada gejala ringan dan dites positif untuk virus corona," kata Johnson."Saya sekarang mengasingkan diri, tetapi saya akan terus memimpin pemerintah melalui konferensi video saat kami memerangi virus ini."Seorang juru bicara Downing

Load More