Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Selamatkan Ekonomi Akibat Corona, Trump Teken Paket Stimulus Terbesar dalam Sejarah AS

Internasional
28 Mar 2020
Selamatkan Ekonomi Akibat Corona, Trump Teken Paket Stimulus Terbesar dalam Sejarah AS

hariansuara.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Jumat menandatangani RUU stimulus 2 triliun dolar, paket stimulus terbesar dalam sejarah AS, dalam upaya untuk menyelamatkan ekonomi yang hancur oleh pandemi virus corona atau Covid-19.

Sebelumnya Senat menyetujui RUU itu pada Rabu malam, setelah putaran negosiasi yang keras antara pihak Demokrat dan Republik.

"Ini akan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan," kata Trump. 

RUU itu, yang bertujuan melindungi ekonomi dari kerusakan Covid-19, akan memberikan pinjaman darurat usaha kecil, keringanan pajak bisnis, tunjangan pengangguran yang diperluas, pembayaran langsung 1.000 dolar plus untuk pekerja Amerika, bantuan pemerintah untuk industri seperti maskapai penerbangan dan hotel, serta lebih banyak dukungan untuk rumah sakit dan pemerintah negara bagian dan lokal.

Individu yang berpenghasilan hingga 75.000 dolar akan menerima pembayaran 1.200 dolar, ditambah tambahan 500 dolar untuk setiap anak. Pembayaran tunai akan dihapuskan bagi orang-orang yang berpenghasilan lebih dari 75.000 dolar dan bantuan juga tidak diberikan ke individu yang berpenghasilan lebih dari 99.000 dolar per tahun.

Paket ini akan memperluas tunjangan pengangguran, yang memungkinkan orang yang menganggur mendapatkan 600 dolar ekstra per minggu hingga empat bulan, di atas tunjangan pengangguran negara bagian untuk menutupi 100 persen dari upah mereka yang hilang.

Bantuan termasuk lebih dari 100 miliar dolar dalam bentuk hibah untuk dokter, perawat dan rumah sakit dan 45 miliar dolar untuk Dana Bantuan Bencana. Sekitar 27 miliar dolar akan digunakan untuk menanggapi virus korona, termasuk 16 miliar dolar untuk membangun Stok Nasional Strategis dengan pasokan termasuk masker, respirator, dan segala macam obat-obatan.

Departemen Keuangan akan memberikan pinjaman 500 miliar dolar kepada industri-industri yang tertekan seperti maskapai penerbangan, hotel, dan pemerintah negara bagian dan lokal. Maskapai penerbangan akan menerima 29 miliar dolar dalam bentuk hibah, dan 29 miliar dolar dalam bentuk pinjaman dan jaminan pinjaman, serta dukungan keringanan pajak.

Dana talangan pemerintah untuk perusahaan-perusahaan dan industri-industri yang terpukul adalah salah satu poin penting dalam negosiasi. Demokrat bersikeras ketentuan pengawasan diberlakukan, penerima segera diungkapkan, dan perusahaan yang mendapat manfaat dari pinjaman tidak dapat melakukan pembelian kembali saham untuk jangka waktu tertentu.

Gedung Putih awalnya mengusulkan paket stimulus 1 triliun dolar, tetapi beberapa putaran negosiasi di antara anggota parlemen menggelembungkan biaya paket menjadi lebih dari 2 triliun dolar. Jumlah ini  jauh lebih besar dari dana penyelamatan Wall Street 700 miliar dolar dari krisis keuangan 2008.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Jumat sore, National Retail Federation (NRF) menyambut baik persetujuan RUU tersebut.

"Paket bantuan ekonomi ini menyediakan jembatan penting bagi jutaan bisnis ritel Amerika dan pekerjaan ritel yang akan membantu mendukung ekonomi AS melalui masa yang penuh tantangan ini," kata Presiden dan CEO NRF Matthew Shay.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X