SabangMerauke Siap Sebarkan Semangat Toleransi ke Penjuru Negeri

Komunitas & Hobi
08 Jun 2017

 hariansuara.com, Jakarta - Komunitas SabangMerauke kembali menggelar program untuk anak bangsa yang diberi tema ‘SabangMerauke Siap Menyebarkan Semangat Toleransi ke Seluruh Penjuru Negeri’. SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) merupakan program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pedidikan, dan

Touring Sehat Bersama Komunitas Sepeda Koja

Komunitas & Hobi
05 Jun 2017

 Jakarta – Membentuk kelompok komunitas dengan hobi yang sama tentu tidak mudah untuk dilakukan. Namun tak terkecuali bagi Komunitas Sepeda Koja (KSK). KSK berdiri sejak 16 November 2006 dan setelah 10 tahun berjalan, masih tetap eksis sampai sekarang. Anggota-anggota komunitasnya tetap menjaga kekompakan dalam bersepeda setiap pekannya. "Kegiatan kami bersepeda setiap hari

Dengan Sol Sepatu Berjaya di Negara Tetangga

Peluang Usaha
02 Jun 2017

 hariansuara.com, Medan – Konon nasib itu seperti roda. Tak selamanya bakal terus di bawah. Itu yang dialami oleh pria Medan bernama Syafriel Sikumbang. Selama ini ia hanya menggantungkan hidup dari keahliannya memperbaiki sol sepatu. Sejak remaja Syafriel tak melanjutkan sekolah dan bekerja di bengkel sepatu. Tugas sehari-harinya, ya mereparasi sepatu yang rusak. Lama kelamaan ia

Tenun Gaya Menteng Hadir untuk Semakin Dekat dengan Pelanggan

Komunitas & Hobi
24 May 2017

 hariansuara.com, Jakarta – Perancang busana dan pemilik merek Tenun Gaya, Wignyo Rahadi, sejak 17 tahun lalu konsisten menekuni produksi kain tenun dengan teknik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Wignyo juga mengangkat motif kain Nusantara sebagai inspirasi utamanya. Jika saat ini designer lain banyak menciptakan gaya kontemporer dengan menambahkan beragam ornamen pada design kain,

Peluncuran Buku Kumpulan Puisi Djawa ‘Wanodya’

Komunitas & Hobi
08 May 2017

Bojonegoro -  Zaman global adalah zaman perang kebudayaan. Hanya ada dua pilihan, bertahan berjuang atau  tersungkur dan kalah. Demikian dituliskan Arieyoko, di catatan belakang buku kumpulan geguritan 11 perempuan berjudul ‘Wanodya’. Sebagai pemrakarsa terbitnya buku tergolong langka ini, Arieyoko meyakini bahwa sastra etnik Djawa masih tetap mampu bertahan. “Derasnya gelombang

Load More