



hariansuara.com, Singapura – Halimah Yacob akan ditetapkan sebagai presiden Melayu pertama di Singapura dan wanita pertama yang menduduki jabatan tertinggi di negeri tersebut. Pada hari Senin (11/11), Departemen Pemilu Singapura (ELD) mengumumkan di antara calon yang mengajukan permohonan, hanya satu individu yang dikeluarkan Sertifikat Kelayakan (Certificate of Eligibility) dan Sertifikat Komunitas Melayu (Malay Community Certificate).
Mengingat tidak ada pesaing lain, tidak akan ada pemilihan. Halimah akan diumumkan oleh Returning Office, Kepala Eksekutif Ng Wai Choong, sebagai Presiden ke-8 pada hari nominasi Rabu besok, jika dokumen nominasinya sesuai.
Halimah akan menggantikan Presiden Tony Tan yang masa jabatannya berakhir pada 31 Agustus, dan J Y Pillay, ketua Dewan Penasihat Presiden, yang telah menjadi Pejabat Presiden sejak 1 September.
Halimah Yacob sendiri adalah anggota dari partai pemerintah Partai Aksi Rakyat (PAP), ia juga Ketua Parlemen Singapura yang kesembilan dimana mulai menjabat sejak tanggal 14 Januari 2013. Halimah adalah wanita pertama yang menduduki posisi ini dalam sejarah Republik Singapura dan orang ketiga yang menjadi Ketua Parlemen dari ras minoritas secara berturut-turut, setelah Abdullah Tarmugi dan Michael Palmer. (dok: Straits Times)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU