
hariansuara.com, Batik sejatinya menyambung titik-titik sehingga melahirkan sebuah motif. Secara filosofis, batik yang lahir dari sejarah peradaban Nusantara itu dapat menjadi media penyambung persahabatan yang kuat antara Indonesia dan Pakistan.
Pemahaman inilah yang melahirkan gagasan KBRI Islamabad mengadakan workshop selama dua hari bertemakan Nurturing Friendship by Cross-Culture Understanding. Tak kurang dari 30 mahasiswi Fakultas Seni Fatima Jinnah Woman University (FJWU) di Rawalpindi mengikuti arahan dari instruktur batik yang khusus didatangkan dari Indonesia.
“Mempererat kedekatan dua negara sangat penting dan perlu terus dipupuk dan dibina, khususnya di kalangan muda Pakistan. Melalui kegiatan belajar membatik, akan terbangun suasana erat pertalian budaya kedua bangsa,” ujar Duta Besar RI Iwan Suyudi Amri, seperti acap disampaikannya di berbagai kesempatan.


Hangatnya persahabatan itulah yang tercermin di bangunan bekas Istana Presiden Pakistan yang saat ini berfungsi sebagai gedung utama kampus FJWU selama dua hari sejak 19 sampai 20 Maret lalu. Pelatihan membatik disasar ke mahasisi, karena di tangan mereka kelak tongkat estafet jalinan persahabatan Indonesia dengan negara Muslim terbesar ke dunia ini akan tetap terjaga di masa depan.
Sementara itu Vice Chancellor Prof. Dr.Samina Amin Qadir menyambut baik inisiatif KBRI Islamabad menggelar workshop batik. Diharapkannya, pelatihan ini menjadi media bagi mahasiswa Pakistan dalam memperluas cakrawala kebudayaan, sekaligus dapat mengenal Indonesia dengan lebih baik.


Beberapa hari sebelumnya, di aula KBRI Islamabad, Dharma Wanita Persatuan juga menyelenggarakan workshop batik yang dipadu dengan pementasan gamelan. Bahkan kehadiran instruktur batik dari Indonesia tersebut menarik minat International Foreign Women Association (IFWA) dan juga ikut menggelar workshop batik. Animonya cukup besar, peserta mencapai 140 orang dari kalangan isteri duta besar dan pejabat Pakistan, serta para diplomat. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU