
hariansuara.com, Salalah - Pengusaha asal Yaman ingin menjajaki kemungkinan peluang impor produk dan Investasi di Indonesia. Hal ini terungkap saat KBRI Sana'a menerima kehadiran 2 (dua) tamu pengusaha asal Yaman, Selasa, (27/3).
Kedua pengusaha tersebut Hasan Saleh Al-Mesyadi, General Manager perusahaan Import Export and General Trading di Kota Aden dan Ostman Mohammed Othman, General Manager perusahaan Technical Workshop di Kota Sana'a. Pengusaha dimaksud diterima oleh Sdr. Sulthon Sjahril, KUAI KBRI Sana'a, didampingi Sdr. Muhaimin Ahmad Yasin, Staf Ekopensosbud KBRI Sana'a.
Ostman menyampaikan ingin melakukan kunjungan ke Indonesia untuk menjajaki kemungkinan peluang untuk mengimpor alat-alat mesin bubut diantaranya hydraulic-pneumatic, machinery-machine tools, automobile industry, fluid power, pumps-compressors, glass manufacturing industry, oil gas equipment, stell machinery, miscellaneous dan bahan-bahannya (besi, aluminium, tembaga, artelon, teflon) dari Indonesia yang memiliki kualitas baik dan harga bersaing di pasar Yaman serta untuk ke depannya kemungkinan akan berinvestasi pada sektor pembuatan mesin bubut di Indonesia.
Perusahaan Technical Workshop didirikan pada tahun 1970 di kota Sana'a dan memiliki 4 (empat) kantor cabang di kota-kota besar Yaman (Aden, Taiz, Ibb dan Hudaidah), sebelumnya perusahaan ini telah mengimpor mesin bubut dari Tiongkok dan bahan-bahannya dari Tiongkok, Korea, Turki dan Belgia), rata-rata per bulannya perusahaan ini mengimpor mesin bubut dan bahan-bahannya sekitar 2 - 4 kontainer.
Saat ini, kantor pusat perusahaan di Sana'a, Aden dan Ibb masih dapat beroperasi 100%, di kantor cabang kota Hudaidah 70% dan kota Taiz 50% karena kedua kota tersebut sedang dilanda krisis bentrokan senjata antara pihak-pihak yang terlibat konflik di Yaman.
Hasan Saleh Al-Mesyadi,General Director perusahaan Al-Mesyadi perusahaan Al-Mesyadi for Import Export and General Trading di Kota Aden dan sejak tahun 1990 telah mendirikan perusahaan cargo pengiriman barang dan ekspor PT. Wadi Lazer, di Jakarta yang bermitra dengan Amir Sakim Balahmar.
Sebelum Yaman dilanda konflik bersenjata, dalam setiap bulannya perusahaan ini dapat mengirim rata-rata 10 kontainer barang komoditi (pakaian, sepatu, kaos olahraga, batik, abaya, gamis, sarung) ke Yaman, Dubai, dan Jeddah sebanyak 10 kontainer, tetapi setelah perang meletus di Yaman, perusahaan hanya dapat mengirim rata-rata per bulannya 2-3 kontainer saja. Menurut Hasan, saat ini banyak pengusaha Yaman yang tinggal di berbagai negara-negara Teluk, tanduk benua Afrika (Somalia, Etiopia, Eriteria, Djibouti, dan Tanzania), serta Yaman. Ke depannya, Hasan akan mengembangkan usaha investasinya di sektor lain.
PF. Ekopensosbud telah menyampaikan daftar perusahaan ekportir mesin bubut bahan-bahannya di Indonesia kepada Othman Mohammed Othman dan menyampaikan informasi jadwal penyelenggaraan pameran INACRAFT bulan April 2018 dan pameran dagang Indonesia TEI bulan Oktober 2018 serta mengajak mereka untuk bergabung dalam delegasi kunjungan KBRI Sana'a untuk menghadiri pameran tersebut bersama pengusaha Yaman lainnya. PF. Ekopensosbud juga menyampaikan gambaran secara umum peluang, kemudahan, dan prosedur berinvestasi di Indonesia.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU