Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Serahkan Surat Kepercayaan, Ini yang Dibicarakan Dubes Mansyur ke Presiden Pantai Gading

Kabar KBRI
21 May 2018
Serahkan Surat Kepercayaan, Ini yang Dibicarakan Dubes Mansyur ke Presiden Pantai Gading

hariansuara.com, Dakar - Duta Besar RI Dakar yang merangkap negara Pantai Gading, Mansyur Pangeran menyerahkan Surat-Surat Kepercayaan (Credential Letters) kepada Presiden Pantai Gading, Alassane Ouattara, di Istana Negara, Abidjan, Pantai Gading.

Dalam pertemuan tête-à-tête dengan Presiden Ouattara, Dubes Mansyur menyampaikan ucapan terima kasih Pemerintah Indonesia atas dukungan Pemerintah Pantai Gading terhadap pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019/2020, serta upaya saling dukung di fora internasional yang telah berjalan baik selama ini.

Dalam keterangan tertulis yang diterima hariansuara.com, Senin, (21/5),  Dubes Mansyur bahwa Pemerintah Indonesia mendukung pencalonan Pantai Gading sebagai anggota ECOSOC sekaligus meminta dukungan dari Pantai Gading atas pencalonan kembali Dr. Angga sebagai CEO Sekretariat International Cocoa Organization (ICCO) yang berkantor pusat di Abidjan.

Dubes Mansyur juga menyampaikan keinginan Pemerintah Indonesia untuk menunjuk seorang calon Konsul Kehormatan RI di Abidjan, Pantai Gading, yang berasal dari kalangan prominent person, yaitu Raisa Ernest Darboe, guna menjembatani hubungan bilateral kedua negara.

Di bidang ekonomi, Dubes Mansyur mengatakan perlunya penguatan hubungan perdagangan kedua negara khususnya dalam area industri strategis seperti kerja sama pembelian pesawat produksi PT. DI, kapal buatan PT. PAL, kereta Api buatan  PT. INKA, senjata buatan PT. Pindad dan produk-produk industri strategis lainnya.

Presiden Ouattara menyatakan terkesan dengan peran aktif Indonesia di berbagai fora internasional, serta kemajuan ekonomi yang telah dicapai saat ini. Ia menilai Indonesia sebagai negara maju dan cocok menjadi referensi untuk pembangunan di Pantai Gading.

Untuk memperkuat hubungan bilateral, Presiden Ouattara meminta kepada Menteri Luar Negerinya, Marcel Amon Tanoh, untuk membentuk tim teknis bilateral yang secara fokus membahas kerja sama di bidang palm oil dan cocoa dengan Indonesia.

Kerjasama ini dimaksudkan untuk melindungi para petani kedua negara dari tekanan harga yang tidak stabil sebagai hasil permainan negara barat, serta membuat standar harga yang dapat melindungi kepentingan kedua negara sebagai penghasil cocoa dan palm oil terbesar di dunia.

Presiden Ouattara juga menyampaikan agar Pemerintah Indonesia segera membuka kedutaan besarnya di Abidjan untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi. Presiden Ouattara menginginkan agar kerja sama dengan Indonesia segera direalisasikan dan meminta percepatan pembuatan tim kerja sama bilateral sebagai forum komunikasi kerja sama di sektor-sektor yang didasarkan pada potensi dan keunggulan masing-masing yang saling menguntungkan.

Pantai Gading ingin mendapatkan transfer teknologi dari Indonesia di berbagai bidang seperti pertanian, packaging hasil olahan pertanian, ikan dan perkebunan, perindustrian, maritim, konstruksi dan transportasi.

Presiden Ouattara juga telah menyatakan akan memberikan rekomendasi atas pencalonan Raisa Ernest Darboe sebagai Konsul Kehormatan RI di Abidjan. Senada dengan Presiden Ouattara, Menlu Tanoh mengharapkan pembukaan kedutaan besar Indonesia di Abidjan menjadi prioritas Pemerintah Indonesia. mengingat banyaknya kesamaan kepentingan antara kedua Negara, terlebih  Sekretariat ICCO telah berpindah dari London ke Abidjan. Dengan adanya perwakilan RI di Abidjan diharapkan Indonesia dan Pantai Gading sebagai negara penghasil cocoa dapat saling menguatkan dalam menjaga harga cocoa di pasar dunia, termasuk palm oil.

Penyerahan Surat-Surat Kepercayaan kepada Presiden Pantai Gading, Alassane Ouattara, merupakan penyerahan Surat-Surat Kepercayaan yang terakhir bagi Dubes Mansyur Pangeran dari 8 (delapan) negara yang dirangkap dengan kedudukan di Dakar, Senegal. Delapan negara dimaksud yaitu Senegal, Gambia, Guinea, Guinea-Bissau, Pantai Gading (Cote d'Ivoire), Sierra Leone, Mali dan Cabo Verde.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X