Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Indomie Kuasai 95 Persen Pangsa Pasar Mi Instan di Arab Saudi

Kabar KBRI
16 Sep 2018
Indomie Kuasai 95 Persen Pangsa Pasar Mi Instan di Arab Saudi

hariansuara.com, Jakarta - Indomie menguasai 95 persen pangsa pasar mi instan di Arab Saudi. Hal ini disampaikan Noor Wahyono, General Manager dari Pinehill Arabia Food Ltd. yang menaungi sejumlah pabrik mi instan dengan merek andalan "Indomie".

Faisal Bawazir, CEO Pinehill Arabia Food Ltd., Noor Wahyono dan sejumlah kepala devisi perusahaan menerima rombongan kunjungan Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin beberapa waktu lalu  ke pabriknya.

Faisal juga menjelaskan beberapa faktor yang membuat Indomie mudah diterima oleh konsumen di Arab Saudi.  "Mulanya tidak ragu mereka untuk mencobanya karena dijamin halal. Indonesia memiliki jumlah muslim terbesar di dunia," kata Faisal.

Konjen mengatakan kehadiran produk Indomie yang merupakan merek asli Indonesia dan diperkenalkan oleh Pinehill menjadi kebanggaan Indonesia di Arab Saudi.  "Indomie bukan sekedar branding bagi Indonesia, tapi kami mengelevate (menaikkan perannya) menjadi salah satu sarana diplomasi," ujar Konjen dalam keterangan tertulis KJRI Jeddah.

Konjen menambahkan, Pemerintah saat ini menerapkan kebijkan multilayer diplomacy, yaitu praktik diplomasi yang memanfaatkan berbagai sarana, termasuk diplomasi kuliner dan soft diplomacy seperti penyelenggaraan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) 

Bambang Gunawan, Kepala Pabrik Indomie Jeddah, menyampaikan bahwa pabrik yang mulai beroperasi resmi 1995 ini telah memiliki sejumlah pabrik di kawasan Timur Tengah, Afrika dan Eropa Timur. Di Arab Saudi sendiri, Pinehill melebarkan sayap produksinya dengan membangun pabrik serupa di Dammam pada 2007.

Bambang menyampaikan, pabrik mi instan yang dimiliki Pinehill saat ini fully automatic dalam proses produksinya dengan kapasitas produksi di pabrik Jeddah saja sebanyak 72 ribu bungkus per jam, 3,5 juta bungkus per hari. "Total dengan pabrik yang di Dammam, kapasitas produksi kita 5,5 juta bungkus per hari, Jeddah dan Dammam," kata Bambang.​(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X