
hariansuara.com, Islamabad - Industri makanan di Pakistan tengah berkembang pesat dengan pertumbuhan rata-rata pertahun sebesar 6,15%. Total impor makanan dan minuman ringan Pakistan sebesar USD 6,185 milyar, sementara nilai impor dari Indonesia baru mencapai sekitar USD 5 juta di wilayah Punjab dan sekitarnya, masih sangat kecil dibandingkan pasar yang terus tumbuh.
“Kita harus maksimal untuk terus mengupayakan setiap peluang bagi peningkatan pangsa pasar produk potensial Indonesia di Pakistan, termasuk makanan” tutur Dubes RI Islamabad, Iwan Suyudhie Amri dalam keterangan tertulis yang diterima hariansuara.com, Senin, (17/9).
Dalam rangka mengumpulkan informasi sekaligus memberikan dukungan kepada salah satu importir produk makanan, Dubes Iwan melakukan pertemuan dengan distributor tungggal PT. Mayora yaitu Mattoosons Pvt. Ltd. yang dikepalai Ali Tariq di kota Lahore.
“Selain untuk menggali informasi terkait potensi peningkatan nilai ekspor produk makanan Indonesia ke Pakistan, kami juga ingin mendengar langsung apa yang menjadi harapan importir sekaligus hambatan yang dihadapi,” tutur Dubes Iwan.
Ali Tariq dan beberapa anggota top executive yang menerima kedatangan rombongan KBRI mengaku senang dan berniat untuk senantiasa menjalin interaksi khususnya melalui berbagai kegiatan promosi produk Indonesia di Pakistan.
“Potensi pasar produk makanan Indonesia sangat besar dan semakin digemari seiring dengan meningkatnya kelas menengah publik Pakistan yang saat ini mencapai 46%”, ujar Mr. Ali Tariq. Namun demikian menurutnya masih diperlukan kerja sama untuk lebih memperkenalkannya melalui berbagai kegiatan promosi maupun pameran yang didukung baik oleh perusahaan produsen, distributor dan KBRI Islamabad.
Senada dengan ungkapan tersebut, Dubes Iwan mengatakan beberapa upaya juga perlu dilakukan seperti dengan mengirimkan souvenir yang berisi produk makanan Indonesia kepada instansi penting Pemerintah Pakistan yang tujuannya tidak lain untuk lebih memasyarakatkan produk Indonesia kepada para pemangku kebijakan.
Dalam pertemuan dengan Mattoosons, Dubes RI mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai pasar dan pesaing produk seperti Malaysia, Thailand, UEA, Inggris, dan varian sejenis di Pakistan. Pasar snacks, biskuit, permen, dan sejenisnya di Pakistan diperkirakan mencapai USD 6,185 milyar pertahun dan diprediksi akan terus bertambah. Produsen produk sejenis Indonesia juga sudah mulai merambah pasar Pakistan dengan berbagai varian antara lain Mayora group, Orang Tua, dan juga segera Garuda Food.
Di akhir pertemuan, Mattosson menyebut tiga produk PT. Mayora yang menjadi andalannya yaitu Kopiko, Danisa, dan Astor, dengan turn over pertahun sekitar USD 1,5 juta. Mattosons saat ini memiliki 85 distributor di seluruh kota Pakistan dengan 28.000 warung kecil dan besar di kota besar dan pedesan Pakistan. Pada tahun 2020 mereka merencanakan mendirikan pabrik di Karachi. Sederet nama pusat perbelanjaan besar juga menjadi mitra pemasaran seperti Metro Cash & Carry, SPAR dan Hyperstar (Carrefour).
“Dalam waktu dekat kami akan undang semua distributor dan importir produk makanan Indonesia untuk memantapkan peningkatan pangsa pasar produk makanan Indonesia di Pakistan,” tutup Dubes Iwan.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU