Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Indonesia dan Pakistan Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi yang Lebih Luas

Kabar KBRI
02 Oct 2018
Indonesia dan Pakistan Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi yang Lebih Luas

hariansuara.com, Islamabad - Dalam berbagai kesempatan pertemuan antara KBRI Islamabad dengan kalangan pemerintah dan pelaku usaha Pakistan diperoleh komitmen bersama untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang lebih luas.

Salah satunya, tercermin dalam pernyataan President Sargodha Chamber of Commerce and Industry (SCCI), Mr. Sheikh Muhammad Naveed Iqbal saat menerima kunjungan delegasi KBRI di kantor SCCI. Sargodha terletak di Provinsi Punjab, sekitar 200 km dari Islamabad, ini merupakan salah satu produsen terbesar jeruk Kinnow dengan nilai ekspor USD 250 juta, 70% dari total ekspor jeruk nasional.

Hal senada disampaikan eksportir Jeruk Kinnow asal Sargodha, Mr. Shahid Sultan. Ia melihat potensi hubungan dengan Indonesia masih terbuka lebar dan dapat meluas ke berbagai bentuk kegiatan ekonomi, perdagangan dan investasi. 

“Saya awalnya melihat Indonesia sebagai pasar untuk jeruk Kinnow saja, namun selanjutnya saya tertarik menanamkan investasi membangun pabrik sabun di Jababeka,” tutur Shahid Sultan dalam setiap kesempatan pertemuan dengan KBRI Islamabad. “Nilai investasi saya saat ini baru mencapai sekitar USD 20 juta dan Insya Allah akan bertambah."

Pabrik sabun tersebut akan memproduksi 50 ribu ton sabun per tahun yang akan dikemas dengan merek dagang khusus untuk dipasarkan di seluruh Indonesia, juga diekspor ke negara-negara Afrika hingga 59 negara di dunia.

Trade Expo Indonesia (TEI) 24-28 Oktober di Jakarta 

Implementasi Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia-Pakistan 2013 lalu telah membuka jalan untuk memasukkan jeruk Kinnow ke Indonesia dengan tingkat tariff nol percent, dan memasukkan kelapa sawit Indonesia ke Pakistan dengan bea tariff yang sama dengan CPO asal Malaysia yang telah lebih dahulu memiliki FTA dengan Pakistan.

Neraca perdagangan tahun 2017 menempatkan surplus Indonesia sebesar USD 2,15 miliar dari total nilai perdagangan bilateral sebesar USD 2,64 miliar. Namun faktanya, kondisi tersebut tidak menyurutkan keinginan Pakistan berdagang dengan Indonesia. “Impor kelapa sawit berdampak ekonomi yang besar melalui penciptaan berbagai industri pengolahan dan lapangan kerja,” ujar salah seorang pengusaha di Sargodha. Kebutuhan rakyat terhadap vegetable oil juga dapat terpenuhi dengan mudah, murah dan melimpah dimana 80% sumber impornya dari Indonesia. 

Lebih lanjut SCCI juga berterima kasih kepada Indonesia sebagai importir Kinnow terbesar kedua setelah Rusia dengan nilai impor untuk 2017 sekitar USD 25 juta (Rusia USD 43 juta). Selain itu, upaya Pemerintah RI memberikan tambahan tingkat tariff nol percent bagi 20 item produk Pakistan ke pasar Indonesia juga mendapatkan apresiasi berbagai kalangan Pakistan. 

“Dalam konteks upaya membangun keberlangsungan perdagangan bilateral, setiap partner sudah seharusnya mengapresiasi dan memperhatikan kebutuhan masing-masing,” ucap Dubes Iwan Amri pada kesempatan berbeda mengomentari semua iktikad bagi perluasan kerja sama ekonomi yang dimaksud. 

Kunjungan KBRI Islamabad ke Sargodha kali ini selain untuk mengingatkan para pelaku usaha hadir dalam Trade Expo Indonesia (TEI) pada 24-28 Oktober 2018 di ICE BSD Banten, juga untuk bertukar pandangan dan mencari langkah bersama untuk meningkatan kerja sama di sektor ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan Pakistan. Ajang TEI 2018 akan memperkaya pengetahuan dan pemahaman mengenai kapasitas ekonomi Indonesia, sekaligus menuai potensi kerja sama ekonomi yang lebih luas antara kedua negara bersahabat ini. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X