
hariansuara.com, Jakarta - Penampilan Tim Reog Ponorogo Singo Budoyo Mudho bersama dengan Sanggar Tari Nusantara Sydney yang menampilkan tarian Papua mengundang decak kagum publik Australia yang memadati Panggung Budaya di National Multicultural Festival (NMF) 2019 di Canberra.
Michelle (16), WN Australia, yang merupakan salah satu penonton yang hadir, mengaku sangat mengagumi tarian dan kostum Reog Ponorogo. "Menurut penilaian saya, penampilan Indonesia sangat unik, menarik, dan mistis", ujar remaja yang bersekolah di Melrose Highschool Canberra ini.
Partisipasi Tim Reog Ponorogo Singo Budoyo Mudho yang didatangkan langsung dari Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan juga penampilan tari dan kostum Papua mencerminkan tema kebhinekaan Indonesia yang dibawakan oleh tim gabungan yang terdiri dari penari dari Jakarta, pelajar Indonesia di Australia dan staf KBRI Canberra.
Selain Panggung Budaya, Indonesia juga berpartisipsi Parade yang dilakukan di sepanjang jalan London Circuit yang berada di pusat Kota Canberra. Duta Besar Kristiarto Legowo dan DCM Derry Aman memimpin langsung kontingen Indonesia pada parade multi-budaya ini dengan berbaur dengan masyarakat umum. Penampilan Indonesia sangat dielu-elukan dan menjadi sasaran bidikan kamera para penonton.
Kata-kata 'Wow' berulang kali terlontar dari para penonton ketika menyaksikan parade Indonesia khususnya para peraga Reog Ponorogo yang dikelilingi para penari staf KBRI yang berpakaian Warok dan Jathil, berlenggak-lenggok memamerkan keindahan gerakan dan kostumnya.
Reog Ponorogo merupakan satu dari sejumlah atraksi budaya yang ditampilkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, selain Tari Papua, Kuda Lumping, serta workshop alat musik Rindik khas Bali pada NMF tahun 2019 ini.
Acara pembukaan ASEAN Village di NMF tahun ini dihadiri oleh seluruh Duta Besar negara anggota ASEAN di Canberra serta wakil dari Pemerintah Australian Capital Territory. Acara pembukaan ASEAN Village ditandai dengan pemukulan Gong Bali yang memang sudah menjadi alat musik popular di Indonesia. Selain pertunjukan budaya negara anggota ASEAN, ditampilkan juga Joget Berhibur oleh Malaysia, alunan musik petik oleh Filipina, dan tarian tradisional Fhon Khom Khum dari Thailand.
Di Paviliun Indonesia disajikan berbagai barang promosi budaya Indonesia mulai dari daerah Jawa hingga Bali. Beberapa pengunjung terlihat memadati Paviliun Indonesia dan mengambil brosur pariwisata Indonesia yang memang sengaja disediakan. Sambil melihat tampilan video promosi pariwisata, pengunjung juga terlihat bertanya mengenai “10 Bali Baru” destinasi pariwisata Indonesia. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang mengaku penasaran ingin berkunjung langsung ke Indonesia untuk mempraktekkan bahasa Indonesia yang pernah dipelajari di sekolah sebelumnya.
Tidak hanya itu, Paviliun Indonesia juga memamerkan dan membagikan sampel berbagai produk-produk Indonesia yang telah merambah pasar Australia, seperti kerajinan rotan, mie instan, bumbu dapur, minuman dalam kemasan, snack, dll. Barang- barang produk Indonesia ini merupakan kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan DWP KBRI Canberra.
Tidak ketinggalan Becak dan Ondel-Ondel Betawi sebagai photo booth menjadi atraksi tersendiri bagi Pengunjung yang hadir untuk selfie atau foto bersama keluarga.(*)
(Foto: Reog Ponorogo / KBRI Canberra)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU