
hariansuara.com, Jakarta - Di tengah memanasnya ketegangan Pakistan-India beberapa hari terakhir, KBRI Islamabad tetap menyelenggarakan acara Business Consultation Forum dengan kalangan usaha Pakistan di Lahore. Kota berjarak 377 km dari Islamabad dan merupakan daerah perbatasan langsung dengan India.
Pertemuan dihadiri dua puluh pelaku bisnis dari Lahore Chamber of Commerce & Industry (LCCI), PASPIDA/importir suku cadang kendaraan bermotor, Mattosons, Khyber Traders, Shahid & Foods, CBC Foods, Vertex Export & Import Group, Duc International Consulting, dan Impulse International.
Mempertimbangkan antusiasme mitra bisnis di Lahore, Duta Besar RI Islamabad, Iwan Suyudhie Amri, dengan tetap seksama dan waspada memperhatikan situasi keamanan menugaskan Tim Ekonomi KBRI Islamabad untuk berangkat ke Lahore guna terus menjaga dan memupuk kerja sama dan menjalin hubungan yang produktif dengan pelaku bisnis Pakistan. Mereka telah lama menjadi mitra KBRI dalam peningkatan hubungan perdagangan Indonesia-Pakistan.
Adanya situasi keamanan di Pakistan yang memburuk, Dubes RI memilih berada di Islamabad mengamati seksama dan melaporkan ke Pusat setiap perkembangan situasi keamanan dan menggelar rapat contingency plan bersama para staf KBRI.
Sementara, Konjen RI Karachi, Totok Prianamto dan Tim Ekonomi KJRI yang sedianya akan hadir dalam forum bisnis tersebut, karena pertimbangan serupa, juga membatalkan keikutsertaanya di Lahore.
Para pelaku bisnis menyampaikan rasa prihatin atas kondisi yang terjadi sekaligus apresiasi kepada KBRI Islamabad yang dinilai aktif dan konsisten melakukan engagement dengan kalangan bisnis Pakistan. ”Kami mengapresiasi kehadiran KBRI Islamabad di Lahore pada situasi yang sulit ini untuk berbagi informasi mengenai isu-isu perdagangan sekaligus mendorong peningkatan hubungan ekonomi, perdagangan dan investasi Indonesia-Pakistan,” tutur Mr. Jamil Naz mewakili LCCI.
“Indonesia dan Pakistan memiliki Preferential Trade Agreement (PTA) namun peluangnya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pengusaha kedua negara,” ujar Jamil kembali. Dari sisi neraca perdagangan Indonesia masih lebih diuntungkan, para pelaku usaha berharap Indonesia dapat lebih membuka pasar produk Pakistan lebih luas lagi guna dapat menyeimbangkan perdagangan kedua negara.
Sejalan dengan harapan tersebut, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI, Wisnu Suryo Hutomo menyampaikan bahwa Indonesia secara sepihak sudah memberikan tambahan fasilitas zero tariff untuk 20 produk Pakistan (20 new tariff lines). 20 zero tariff lines yang diberikan kepada Pakistan merupakan langkah Indonesia untuk menciptakan hubungan perdagangan yang lebih berkesinambungan dengan Pakistan. Dari total perdagangan pada tahun 2018 sebesar USD 3,109 milyar, Indonesia mencatatkan surplus USD 2,4 milyar. Pakistan diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas zero tariff tersebut, yang mencakup produk tekstil, mangga, beras pecah, Virginia tobacco, dan produk kulit. "Semoga bulan April 2019 fasilitas tersebut bisa efektif", ujar Wisnu.
Dalam dialog, LCCI mengharapkan PTA dapat meningkat menjadi FTA sehingga produk-produk unggulan Provinsi Punjab seperti, bola sepak, alat bedah, farmasi, karpet, daging halal, jaket kulit, sarung tangan, serta komoditi lainnya dapat bersaing secara fair di pasaran Indonesia.
KBRI Islamabad dan para pelaku usaha sepakat bahwa hubungan Indonesia dan Pakistan di segala bidang semakin membaik dan menunjukkan tren positif. Total nilai perdagangan bilateral tahun 2018 untuk pertama kalinya mampu menyentuh angka USD 3,109 milyar (naik 18% dari tahun 2017), ekspor Indonesia ke Pakistan sebesar USD 2,467 milyar dan impor sebesar USD 641 juta. Namun demikian KBRI Islamabad dan KJRI Karachi terus aktif mendorong para pengusaha kedua negara untuk mencari dan memanfaatkan peluang kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi secara lebih massif dan terukur.
Pertemuan juga dimanfaatkan untuk mengajak partisipasi pengusaha importir produk Indonesia hadir pada pameran yang akan diikuti KBRI Islamabad, yaitu “6th My Karachi; Oasis of Harmony Exhibition, di Karachi, 5-7 April 2019. KBRI juga mengundang pelaku usaha UKM dari Kementerian Koperasi dan UKM berikut tim kesenian daerah pada pameran tersebut.
“Kita tidak boleh lekas puas dengan nilai surplus perdagangan yang ada, setiap upaya mendiversifikasi produk ekspor Indonesia ke Pakistan harus terus didorong,” pesan Dubes Iwan dalam setiap kesempatan.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU