
hariansuara.com, Lahore - Dubes RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri, kunjungi Food and Agri Expo 2019 di Lahore sebagai upaya KBRI Islamabad menelisik peluang diversifikasi perdagangan Indonesia-Pakistan.
“Lahore kota bisnis terbesar kedua merupakan Ibu Kota Provinsi Punjab dan Punjab adalah pusat pertanian Pakistan,” jelas Dubes Iwan tentang Expo Center Lahore, pameran dua hari lamanya yang rutin dihelat oleh The Dawn Group setiap tahun.
"Pameran ini untuk memfasilitasi pemangku kepentingan pertanian di Pakistan. baik institusi pemerintah, lembaga riset, pelaku usaha pertanian dalam negeri dan asing. Australia, Tiongkok, dan Turki sudah masuk ke Pakistan.”


Sejalan dengan upaya itu, Dubes Iwan juga bertemu dengan tour operator di Lahore yang baru saja berkunjung ke Indonesia dan bertemu importir produk suku cadang kendaraan dari Indonesia.
Berbincang dengan tour operator, Dubes Iwan menggali impresi keikutsertaan mereka dalam Familiarization Trip (Famtrip) ke Indonesia awal April lalu. Di samping memuji destinasi wisata yang beragam dan dikelola baik, mereka mengungkapkan komitmen pengaturan optimal paket perjalanan wisatawan ke Indonesia. “Kemudahan pelayanan visa juga terus menjadi perhatian kami,” tegas Dubes Iwan dalam upaya mendorong peningkatan arus wisatawan dari Pakistan.
Tentang pasar suku cadang kendaraan, Qasim Khan, salah satu importir sekaligus Sekjen Pakistan Automobile Spare Parts Importers and Dealers Association (PASPIDA) mengatakan, “Kualitas produk suku cadang dari Indonesia lebih baik dibanding dari China. Hargapun kompetitif. Namun, terkendala tarif impor ke Pakistan yang masih tinggi.”
Ia menambahkan, “Selain suku cadang, Indonesia juga memiliki potensi pasar produk kerajinan di Pakistan. Waktu lalu saya ke Indonesia dan melihat langsung produk kerajinannya beragam dan menarik. Hanya, kita masih terkendala bahasa. Berbeda kerja sama Pakistan-Tiongkok, kendala bahasa termudahkan dengan adanya e-commerce dan financial swap agreement antara kedua negara."
Volume perdagangan Indonesia-Pakistan terus meningkat selama tiga tahun terakhir. Nilainya USD 2,17 miliar (2016), USD 2,63 miliar (2017), dan USD 3,10 miliar (2018). Namun demikian, produk sawit yang masih mendominasi ekspor Indonesia. Lebih dari 60% dari nilai ekspor dan 80% penguasaan pangsa pasar di Pakistan, sehingga diperlukan strategi dagang baru dengan diversifikasi produk ekspor Indonesia ke Pakistan.
Dalam berbagai kesempatan, Dubes Iwan menegaskan perhatiannya untuk menciptakan kerja sama Indonesia-Pakistan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan. Secara khusus, dirinya mendorong diversifikasi produk ekspor Indonesia ke Pakistan sebagai salah satu cara realistis untuk kepentingan jangka panjang. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU