.jpeg)
hariansuara.com, Jakarta - Suasana Ramadhan di tanah air selalu dirindukan oleh setiap orang di perantauan. Masyarakat Indonesia di Islamabad juga ingin merasakan Ramadhan tahun ini tetap khusyuk dan menyenangkan. Bagi mereka, kesan berpuasa di tanah air bisa diciptakan meski jauh dari sanak saudara.
Ramadhan di Pakistan tahun ini berlangsung di musim panas dengan waktu puasa sekitar 16 jam, lebih panjang 3 jam dari di tanah air. Hal ini tidak mengurangi semangat WNI untuk tetap beraktifitas seperti biasa. Ramadhan adalah bulan untuk perdalam kesimbangan hubungan dengan ilahi dan kepedulian kepada sesama.

Menyambut 200 orang WNI di Islamabad pada buka bersama di Aula Budaya Nusantara KBRI Islamabad pada 17 Mei 2019, Dubes Iwan Amri, tuan rumah bukber, sampaikan bahwa "Ramadhan merupakan berkah Tuhan Yang Maha Kuasa bagi kita umat manusia. Puasa di bulan Ramadhan adalah pemurni jiwa yang selalu dibarengi dengan kegiatan yang memupuk peningkatan kepedulian sosial dan kasih sayang kepada sesama."
Setiap tahun KBRI Islamabad selenggarakan buka bersama dengan WNI di setiap akhir pekan. Tuan rumahnya secara bergilir dilakukan oleh seluruh staf KBRI, dan WNI yang bersedia. Buka puasa dilanjutkan dengan solat wajib berjamaah, solat Taraweh dan Kultum. Beruntung di sini mahasiswa Indonesia sangat aktif bekerjasama dengan KBRI dalam kegiatan sosial keagamaan. Pada Ramadhan ini mereka menjadi iman sholat dan pemateri kultum serta membantu penyiapan logistik.
Momen berbuka puasa bersama menjadi tradisi yang sudah berjalan sejak lama. Tradisi tersebut tetap terjaga karena sesuai dengan keragaman dan adat kebiasaan bangsa Indonesia, yang masih sangat menjunjung tinggi silaturahmi.

Buka bersama di KBRI Islamabad kali ini menjadi terasa sangat istimewa. Bagaimana tidak? Seiring beribadah bersama, masyarakat dapat menikmati sajian khas nusantara yang disiapkan oleh setiap keluarga staf KBRI Islamabad secara bergilir.
Berkumpul di negeri rantau menjadi cara WNI pupuk rasa kebersamaan. Buka puasa bersama di bulan Ramadhan selain menjadi penguat keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa juga menjadi pengikat rasa berbangsa Indonesia di perantauan.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU