Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Indonesia-Pakistan Terus Tingkatkan Hubungan Bilateral dan Perdagangan

Kabar KBRI
28 May 2019
Indonesia-Pakistan Terus Tingkatkan Hubungan Bilateral dan Perdagangan

hariansuara.com, Jakarta - Indonesia dan Pakistan baik pada tingkat Pemerintah maupun kalangan swasta sepakat untuk terus meningkatkan hubungan bilateral, termasuk menciptakan perdagangan yang berkesinambungan. 

Sejalan dengan upaya tersebut, KBRI Islamabad aktif melakukan berbagai pertemuan dengan pemangku kepentingan dan pihak terkait di Pakistan, seperti yang dilakukan dengan Sarhad Chamber of Commerce and Industry (SCCI) di Peshawar pada (24/5/2019). Dengan jumlah penduduk sekitar 32 juta jiwa, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa dengan Ibu Kota Peshawar dinilai penting karena memiliki posisi yang sangat strategis sebagai hub menuju Afghanistan dan negara-negara di Asia Tengah. 

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Presiden SCCI, Mr. Faiz Muhammad, beserta jajaran pengurus serta anggota executive boards SCCI, KBRI Islamabad menjelaskan bahwa perdagangan Indonesia-Pakistan bukan menjadi sumber konflik, namun sebaliknya menjadi katalisator untuk meningkatkan saling kesepahaman dalam mewujudkan kemajuan dan kemakmuran bagi masyarakat di kedua negara.

“Neraca perdagangan tahun 2017, menempatkan surplus Indonesia sebesar USD 2,15 miliar dari total nilai perdagangan bilateral sebesar USD 2,64 miliar, namun kondisi  tersebut tidak menyurutkan keinginan Pakistan berdagang dengan Indonesia,” ujar Dubes RI Islamabad Iwan Suyudhie Amri. 

Di hadapan para pelaku usaha SCCI, Dubes Iwan menyampaikan bukti bahwa kedua negara terus menjalin hubungan dagang yang semakin intensif dilihat dari data tren positif perkembangan perdagangan Indonesia-Pakistan setiap tahunnya. “Sejak penugasan kami di Pakistan tahun 2016, hingga saat ini (2019), total nilai perdagangan Indonesia-Pakistan terus meningkat”, ucap Dubes Iwan. Pada tahun 2016, total nilai perdagangan bilateral sebesar USD 2,175 milyar, pada tahun 2017, naik USD 500 juta menjadi USD 2,64 milyar, dan pada tahun 2018 sebesar USD 3,109 milyar.  

Pada kesempatan tersebut, Dubes Iwan menyampaikan bahwa, tidak hanya nilai ekspor Indonesia ke Pakistan yang meningkat, tetapi juga terjadi peningkatan cukup signifikan pada nilai impor Indonesia dari Pakistan, yaitu pada tahun 2016 sebesar USD 157,255 juta, pada tahun 2017 sebesar USD 241,096 juta, dan pada tahun 2018 naik hampir 3 kali lipat sebesar USD 641,423 juta.

Para pelaku usaha SCCI menyambut baik perkembangan tren positif perdagangan tersebut, dan mengharapkan untuk terus meningkatkan sinergitas sehingga perdagangan dapat menjadi building block pada produk-produk bernilai tambah lainnya. “Seiring dengan kemajuan yang dicapai oleh Indonesia dan Pakistan, kiranya hubungan ini dapat digunakan untuk meningkatkan perdagangan pada produk bernilai tambah seperti teknologi, industri Kereta Api, eksplorasi energi dan lainnya,” tutur Presiden SCCI.   

Selain dari pada sisi perdagangan, sektor potensial lain yang menjadi perhatian bersama adalah pada kerja sama di bidang parawisata. Promosi Indonesia ke beberapa wilayah di Pakistan perlu digalakkan dengan tetap memperhatikan kondisi keamanan setempat. “Tantangan yang tak kalah unik lainnya adalah karena masyarakat Pakistan secara umum lebih mengenal Malaysia, Thailand, dari pada Indonesia” ujar Dubes Iwan. 

Disadari bahwa masalah kedekatan geografis, konektifitas, dan banyaknya warga Pakistan di Malaysia menjadi faktor yang signifikan lebih dikenalnya Malaysia di Pakistan. Menjawab tantangan tersebut, KBRI Islamabad selama tiga tahun berturut-turut memiliki program membawa media TV dan Koran Pakistan untuk melakukan peliputan potensi Indonesia agar dapat mempromosikan dan mengenalkan Indonesia di Pakistan. 

“Liputan tersebut ditayangkan di televisi-televisi lokal Pakistan secara periodik, dalam bahasa Inggris dan Urdu sehingga banyak warga Pakistan hingga di pelosok desa saat ini yang mulai mengenal Indonesia”, ucap Dubes Iwan.  

Kesempatan bertemu dengan kalangan pengusaha kali ini juga dimanfaatkan oleh Dubes RI untuk mempromosikan event tahunan Trade Expo Indonesia (TEI) tanggal 16-20 Oktober 2019 di Jakarta, sekaligus mengundang hadir di acara tersebut. Dubes RI menilai bahwa kehadiran mereka di TEI diyakini akan memperkaya pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai kapasitas ekonomi Indonesia sekaligus guna menjajaki potensi perdagangan pada produk bernilai tambah yang diharapkan. 

Dubes RI menyampaikan komitmen KBRI Islamabad untuk memfasilitasi kemudahan visa kunjungan bisnis ke Indonesia bagi pengusaha Peshawar sekaligus pengaturan pertemuan bisnis dengan partner mereka di Jakarta.(*)                                                                                                                                                                                                                                                                

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X