
hariansuara.com, Islamabad - Para pelaku usaha Pakistan khususnya di Kota Lahore, Provinsi Punjab sepakat untuk terus membina hubungan dagang yang berkesinambungan dengan Indonesia. Demikian disampaikan lagi komitmen tersebut saat Duta Besar RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri, menghadiri pembukaan pameran Punjab Agri Expo 2019 di Lahore dan pertemuan dengan Lahore Chamber of Commerce and Industry (LCCI) pada 22 Juni lalu.
“Kami turut bangga nilai perdagangan Indonesia-Pakistan selama tiga tahun terakhir terus meningkat dan trennya selalu positif,” tutur Khawaja Shahzad Nasir, Senior Vice President LCCI dalam sambutannya. Meskipun dari sisi neraca perdagangan 2018 Pakistan mengalami defisit yang cukup besar (USD 1,8 milyar), namun tren ekspor Pakistan ke Indonesia tumbuh positif secara siginifikan. “Dalam tiga tahun terakhir (2016-2018), nilai ekspor produk Pakistan ke Indonesia tumbuh 400%.”

Senada dengan hal tersebut, Dubes Iwan Amri juga menyebutkan selama tiga tahun terakhir Indonesia dan Pakistan telah bersama mengupayakan untuk mampu mengisi fasilitas yang disediakan Preferential Trade Agreement (PTA) dan kedua pihak pun telah setuju untuk meningkatkan elevasi menuju Free Trade Agreement (FTA) terbatas perdagangan barang yang saat ini akan dimulai proses negosiasinya.
Berbagai upaya telah dilakukan KBRI Islamabad untuk meningkatkan kerja sama perdagangan termasuk upaya peningkatan intensitas hubungan antarkalangan bisnis kedua negara.
"Pakistan terkategori sebagai pasar non-tradisional bagi Indonesia dan memiliki potensi yang luar biasa," ujar Dubes Iwan dalam berbagai kesempatan.

Dengan jumlah penduduk mencapai 209 juta jiwa, Pakistan merupakan pasar yang besar, antara lain dibuktikan dengan posisi Pakistan sebagai pasar ekspor minyak sawit dan turunannya terbesar keempat Indonesia setelah India, Uni Eropa, dan Tiongkok.
Selain itu, Pakistan juga diprediksi akan menjadi negara dengan perekonomian ke-16 terbesar dunia pada 2050. Letak geografis Pakistan juga strategis sebagai pintu masuk ke wilayah Asia Tengah dan Selatan. “Menyadari potensi tersebut, upaya memelihara hubungan baik dengan kalangan usaha sebagai elemen penting pelaksanaan diplomasi ekonomi terus dilakukan,” ucap Dubes Iwan Amri.

Dalam pertemuan dengan kalangan usaha di Lahore, di antara pokok yang menjadi perhatian mereka adalah agar perdagangan kedua negara, memperhatikan keunggulan komparatif dan kompetitif masing-masing, dapat menjadi lebih seimbang ke depannya. Beberapa produk unggulan yang diproduksi para pengusaha di Lahore dan merupakan produk bernilai tambah diharapkan dapat masuk ke pasar Indonesia, seperti instrumen alat bedah, karpet, daging halal, farmasi dan bola sepak.
Menanggapi harapan tersebut, Dubes Iwan menyampaikan bahwa secara sepihak Pemerintah Indonesia juga telah memberikan tambahan fasilitas zero tariff untuk 20 produk Pakistan: produk tekstil, beras, mangga, ethanol, tembakau Virginia merupakan beberapa item yang sudah mendapat tarif 0 (nol) persen.

“Sebelum pemberian tambahan fasilitas 0 (nol) persen, nilai ekspor Pakistan ke Indonesia sudah naik cukup signifikan. Apalagi jika Pakistan mampu memaksimalkan ekspor 20 item produk zero tariff tambahan tersebut,” ucap Dubes Iwan. Indonesia juga tengah menjajaki kemungkinan menjadikan Pakistan sebagai hub perdagangan dan investasi bisnis minyak sawit Indonesia yang diharapkan akan memberikan multiplier effects bagi kesejahteraan kedua negara.
Kalangan pengusaha Pakistan di Lahore juga diundang untuk menjajaki potensi perdagangan pada produk Indonesia bernilai tambah, sekaligus memperkaya pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai kapasitas ekonomi Indonesia pada Trade Expo Indonesia (TEI) yang diselenggarakan pada 16-20 Oktober 2019 di ICE-BSD Banten. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU