Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Jaga Kesinambungan Kerja Sama Ekonomi Lewat Penguatan Interaksi dengan Perguruan Tinggi di Faisalabad

Kabar KBRI
02 Oct 2019
Jaga Kesinambungan Kerja Sama Ekonomi Lewat Penguatan Interaksi dengan Perguruan Tinggi di Faisalabad

hariansuara.com, Islamabad - Berbagai upaya terus dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan pasar kelapa sawit Indonesia di Pakistan. KBRI Islamabad menjalin interaksi dengan banyak kalangan, termasuk lembaga perguruan tinggi di Pakistan. Di antaranya berupaya menangkal isu kesehatan terkait kelapa sawit. Pada 30 September 2019, KBRI Islamabad berkunjung ke dua universitas ternama di Pakistan: University of Agriculture, Faisalabad (UAF) dan The University of Faisalabad (TUF). 

UAF salah satu Perguruan Tinggi di Pakistan yang menjadi mitra kerja sama KBRI Islamabad dalam kegiatan seminar mengampanyekan aspek kesehatan, kandungan nutrisi, dan potensi ekonomi komoditas minyak sawit. Sementara TUF adalah Perguruan Tinggi di Faisalabad milik perusahaaan Madinah Group of Industry, salah satu importir minyak sawit Indonesia terbesar dan penerima penghargaan Primaduta Award dari Presiden RI pada 2017 lalu. 

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Dubes RI untuk Republik Islam Pakistan, Iwan Suyudhie Amri, juga berdialog interaktif dan tatap muka dengan para mahasiswa. “Para mahasiswa merupakan masa depan Pakistan, karena itu perlu untuk mendapatkan informasi yang seimbang mengenai manfaat kelapa sawit dari dimensi ekonomi bagi kepentingan kedua negara,” ucap Dubes Iwan Amri. 

Di hadapan Vice Chancellor, para Dekan, dan mahasiswa, Dubes RI juga menyampaikan pentingnya hubungan bilateral Indonesia-Pakistan di segala bidang yang terus membaik dan menunjukkan tren positif. 

“Total nilai perdagangan bilateral tahun 2018 menyentuh angka USD 3,1 miliar, meningkat dari USD 2,2 miliar pada tahun 2016. Merupakan yang tertinggi di antara nilai perdagangan negara-negara anggota ASEAN dengan Pakistan, dan surplus Indonesia sebesar USD 1,8 miliar,” ujar Dubes Iwan Amri.

“Hubungan perdagangan tidak harus hanya dilihat dari besarnya ketidakseimbangan neraca perdagangan. Hal itu tidak menjadi masalah selama kerja sama tersebut mampu membangkitkan aktivitas ekonomi serta industri domestik kedua negara secara proporsional sesuai kapasitas supply dan demain masing-masing.” 

Namun, kedua pihak harus memberikan perhatian bagi kesinambungan hubungan perdagangan kedua negara. Dalam semangat itu, Indonesia memberikan tambahan nol tariff bagi 20 item produk Pakistan. Para dosen juga mengakui bahwa produksi yang dihasilkan dari penelitian mengalami kenaikan cukup signifikan dan beberapa dari produk tersebut merupakan hasil kerja sama dengan pihak swasta/kalangan usaha melalui pengembangan yang indigenitas dan berteknologi lokal.

Untuk terus menjaga kesinambungan kerja sama ekonomi melalui penguatan interaksi dengan universitas, Dubes RI dan para pimpinan universitas sepakat untuk memupuk kemitraan dengan menjajagi kerja sama positif lainnya seperti promosi bidang kuliner, sosial budaya, dan pendidikan menyesuaikan dengan kegiatan besar tahunan di masing-masing kampus. 

UAF sendiri telah memiliki MoU dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang ditandatangani pada tahun 2018. “Kami mendorong agar MoU tersebut dapat diimplementasikan, khususnya untuk potensi kerja sama di berbagai bidang yang dapat menghasilkan outcome yang produktif dan bermanfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Dubes Iwan Amri. 

Bebebapa tawaran yang diajukan antara lain berupa kerja sama dengan kampus yang bukan sekadar untuk memperoleh nilai keuntungan ekonomi, namun juga peningkatan aspek penelitian dan pendidikan di kedua belah pihak. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X