Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Dubes Ajak Pengusaha Kayu Meksiko Kerja Sama

Kabar KBRI
03 Jun 2016
Dubes Ajak Pengusaha Kayu Meksiko Kerja Sama

 

Jakarta - Duta Besar Republik Indonesia untuk Meksiko Yusra Khan mengajak pengusaha kayu di Meksiko untuk bekerja sama dengan Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam forum diskusi di sela-sela kongres tahunan Organisasi Pengusaha Kayu Meksiko "Asociacion Nacional de Importadores y Exportadores de Productos Forestales, A.C." (IMEXFOR), di kota wisata Los Cabos, Baja.

 

Dubes Yusra Khan menyampaikan perkembangan terkini industri kayu di Indonesia, serta kebijakan Pemerintah RI terkait dengan kayu olahan. "Indonesia telah mengambil langkah kondusif dalam memastikan bahwa kayu olahan Indonesia diproduksi secara legal berdasarkan empat prinsip, yaitu, legalitas usaha, kepastian riwayat kayu, riwayat pemasaran, dan pemenuhan hak-hak pekerja," ujar Dubes Yusra Khan seperti dilansir dari Antara, Jumat, (3/6/2016).

 

Dikatakannya legalitas produk kayu Indonesia saat ini telah terukur dengan baik sejak diterapkannya Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).Perubahan ini seiring dengan upaya reformasi sistem politik dan ekonomi yang dilakukan Pemerintah yang berkomitmen membangun industri kayu nasional, sehingga mampu memenuhi standar perdagangan internasional, dan permintaan pasar yang terus berkembang.

 

"Dengan menerapkan SVLK secara konsisten, produk kayu Indonesia akan memiliki kredibilitas yang lebih baik sehingga dapat bersaing di pasar global, khususnya di Meksiko," tuturnya.

 

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Dubes Yusra Khan mengajak IMEXFOR untuk bekerja sama dalam memastikan Indonesia dapat memanfaatkan peluang pasar kayu olahan yang ada di Meksiko dan dapat mengakses pasar kayu olahan Meksiko dan sekitarnya tanpa melalui negara ketiga. Pengusaha kayu di Meksiko sudah tidak asing dengan produk kayu olahan Indonesia, dan telah lama mendatangkan berbagai jenis produk kayu olahan, khususnya jenis kayu Meranti dan Sengon.

 

Namun demikian, kayu-kayu tersebut kerap masih dibeli melalui negara ketiga seperti Malaysia, China, dan Amerika Serikat sehingga keuntungan yang didapatkan Indonesia masih kurang optimal.

 

Kepada Dubes RI, IMEXFOR menyampaikan apresiasi atas upaya reformasi industri perkayuan Indonesia yang mereka nilai menggembirakan dan membuka potensi perdagangan yang besar.Dengan memanfaatkan pembangunan infrastruktur dan deregulasi kebijakan yang telah dilakukan saat ini, IMEXFOR yakin pihaknya dapat bekerja sama dengan Pemerintah RI demi memenuhi permintaan pasar di Meksiko dan benua Amerika yang terus tumbuh.

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X