Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Workshop Batik Eco-Printing Perekat Hubungan Bangsa Indonesia-Pakistan

Kabar KBRI
15 Nov 2019
Workshop Batik Eco-Printing Perekat Hubungan Bangsa Indonesia-Pakistan

hariansuara.com, Isamabad – Dua bangsa yang berbeda selalu berusaha menemukan titik temu. Berbagai sarana dan beragam cara digunakan oleh kedua bangsa tersebut untuk saling kenal. Kerjasama antarbangsa yang terjalin kuat biasanya dimulai setelah keduanya memahami satu sama lain. Mengenal dan memahami budaya bangsa lain sejak muda menjadi cara terbaik untuk maju serta berkembang bersama.

Dalam upaya itu, pada 13 November 2019 KBRI Islamabad mengundang 60 orang generasi muda Pakistan dari tiga perguruan tinggi di Islamabad dan Rawalpindi, yaitu National College of Arts (NCA) di Rawalpindi, Iqra University dan College of International Tourism and Hotel Management (CITHM) di Islamabad untuk terlibat aktif dalam workshop batik eco-printing

 

Workshop batik eco-printing adalah kegiatan kreatif yang sekaligus menjadi media yang efektif untuk mengenalkan dan memupuk rasa cinta Indonesia kepada berbagai kalangan masyarakat, khususnya generasi muda setempat. 

Menyambut mahasiswa peserta workshop, Dubes Iwan Suyudhie Amri menyampaikan bahwa, “Workshop menjadi sarana yang baik bagi kaum muda Pakistan yang berbakat untuk mengenal keragaman budaya dan filosofi bangsa Indonesia, serta nilai-nilai budaya dan sejarahnya melalui kerajinan batik yang berniai seni tinggi.”

Workshop dilaksanakan di Aula Budaya Nusantara KBRI Islamabad dipandu oleh Fonna Melania Djuwaeni, seorang maestro Batik Lokatmala dari Sukabumi, Jawa Barat. Selain menjelaskan teknik eco-printing dan eco-dyeing, Fonna juga mengenalkan kepada mahasiwa Pakistan istilah “wastra” yaitu konsep makna dan simbol pada kain batik sebagai kekayaan luhur Indonesia. 

“Pada workshop kali ini kita akan gunakan dedaunan dan bunga yang ada di Pakistan untuk hasilkan motif dan desain sekaligus warna alami lokal yang akan timbul pada kain,” jelas Fonna. 

Eco-printing memanfaatkan sumber alami untuk produk yang ramah lingkungan. Pakistan sudah menerapkan larangan penggunaan tas plastik, karenanya mahasiwa diajak membuat kerajinan batik eco-printing pada tas kain (tote bag). 

Dua hari sebelumnya, KBRI Islamabad juga menyelenggarakan workshop serupa kepada para istri duta besar dan kepala perwakilan asing di Islamabad. Mereka mengapresiasi masyarakat Indonesia yang memelihara warisan luhur budaya bangsa dan mendorong kreatifitas pekerja dan pengrajin seni agar produknya memiliki nilai ekonomis. 

Kegiatan ini juga mendorong akademisi dari Iqra University dan NCA yang hadir selama workshop untuk menerapkan teknik eco-printing dan eco-dyeing di kelas ajar fashion dan design. Kedua kampus tersebut ingin bekerjasama dengan perguruan tinggi dan kalangan pekerja seni Indonesia untuk berbagi pengalaman dalam dunia desain tekstil dan teknik membatik. 

Keinginan mereka sejalan dengan pernyataan Dubes Iwan, bahwa “Seni dan budaya berperan besar dalam mendorong terjalinnya people-to-people contact. Batik menjadi media yang sangat baik untuk meningkatkan hubungan budaya dan akademik kedua bangsa yang memiliki hubungan sejarah yang kuat.” (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X