
hariansuara.com, Jakarta - Sebagai bentuk upaya promosi kebudayaan Indonesia di Suriah, KBRI Damaskus mengadakan promosi kebudayaan Indonesia berupa pertunjukkan tari tradisional Indonesia yang bertempat di Provinsi Lattakia (14/11) dan Provinsi Sweida (16/11).
Duta Besar RI untuk Republik Arab Suriah, Duta Besar Wajid Fauzi membuka acara dan menyampaikan terima kasih atas antusiasme warga Suriah atas penampilan budya Indonesia dan mengharapkan agar hal ini dapat semakin mendekatkan hubungan Indonesia dengan Suriah khususnya hubungan antar masyarakat melalui pengenalan budaya.
Pada pertunjukkan ini, tarian tradisional Indonesia ditampilkan oleh sanggar Gayatari Nusantara yang didatangkan langsung dari Jakarta. Dalam kesempatan ini sanggar Gayatari Nusantara menyajikan 6 buah tarian dari berbagai daerah di Indonesia yaitu Tari Zapin Betawi (Melayu-Betawi), Tari Piring (Sumatera Barat), Tari Kembang Girang (Bali), Tari Pangkalima (Kalimantan), Tari Tifa (Nusa Tenggara Timur), dan Tari Bajidor Kahot (Jawa Barat).
Gerakan tarian Indonesia yang dinamis dan atraktif mengikat pehatian warga Suriah yang hadir, terlebih dengan tampilan ragam kostum tradisional Indonesia yang dikenakan para penari. Pertunjukkan semakin meriah dengan kehadiran penonton yang tak dapat menolak ajakan para penari untuk turut menari bersama di atas panggung.
Selain tampil di dua kota tersebut, sanggar Gayatari Nusantara juga akan turut mengisi resepsi diplomatik Indonesia di Damaskus yang diadakan pada tanggal 18 November 2019.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU