
hariansuara.com, Jakarta - Minggu lalu, 12 murid dan 3 guru kelompok bermain Footprints International School (FIS) kunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia Phnom Penh untuk belajar mengenai Indonesia. Acara field trip tersebut dilaksanakan selama 2 jam di Gedung Serba Guna KBRI Phnom Penh.
Kegiatan dimulai pada pukul 09.30 dan dibuka oleh Sekretaris Pertama Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya, Made Santi Ratnasari yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan pihak sekolah yang telah kesekian kalinya mengajak siswanya mengenal Indonesia dan budayanya di KBRI Phnom Penh.
Acara ini dikemas dengan menyenangkan dan diisi dengan menyanyikan lagu anak-anak Indonesia seperti lagu Suka Hati, Cicak-Cicak di Dinding, Balonku Ada Lima, Naik Kereta Api dan lainnya. Selanjutnya, murid murid berusia dini tersebut (4-5 tahun) diajak bermain permainan tradisional Indonesia yaitu Ular Naga Panjang yang dipandu oleh pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), a.n. Sdri. Juwita Saragih dan Sdri. Yuyum Yulianingsih.
Anak-anak dengan semangat menyimak presentasi singkat tentang Indonesia dan bersemangat belajar kata-kata Bahasa Indonesia melalui video kartun yang menarik. Program dilanjutkan dengan pengenalan alat musik angklung yang dipandu oleh Koordinator Pusat Budaya Indonesia di Kamboja (Pusbudi Nusantara), Roland Uly Uju sambil menikmati jajanan khas Indonesia Lumpia, Dadar Gulung dan Onde-Onde. Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari guru pendamping yang kebetulan adalah Warga Negara Indonesia bernama Marta Sari Wahyudi.
KBRI Phnom Penh selalu terbuka dalam menerima kunjungan pemuda ataupun siswa dan mahasiswa Kamboja segala usia sebagai bagian dari upaya pengenalan Indonesia kepada generasi muda Kamboja sekaligus dalam rangka mempromosikan citra positif seni budaya Indonesia di Kamboja. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU