Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Mahasiswa Indonesia di Islamabad: Kritis Maknai Peringatan Hari Besar Nasional

Kabar KBRI
16 Dec 2019
Mahasiswa Indonesia di Islamabad: Kritis Maknai Peringatan Hari Besar Nasional

hariansuara.com, Islamabad - "Kalau melihat mereka, saya optimis Indonesia punya masa depan," spontan Duta Besar Iwan Amri, mengomentari para mahasiswa Indonesia yang dengan matang mengelola sebuah perhelatan yang menggabungkan tiga hari besar nasional, yaitu Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan dan Bela Negara di KBRI Islamabad. 

Di cuaca pagi Islamabad yang diguyur hujan pada 14 Desember lalu, para mahasiwa yang tergabung dalam wadah Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Islamabad menyulap Aula Budaya Nusantara menjadi tempat upacara bendera, sarasehan kebangsaan dan panggung pagelaran seni sekaligus. Hampir tanpa jeda, rangkaian acara mengalir dalam satu nafas tema yang diusung “Kami Pemuda Hari Ini, Pahlawan di Kemudian Hari”. 

Sarasehan kebangsaan dibuka dengan refleksi para pembicara, yaitu Sulaiman dari KBRI Islamabad dan Joni Eko Pranoto, wakil mahasiswa mengenai makna pahlawan. Dikatakan, bahwa benang merah sejarah perjuangan bangsa tidak akan pernah terputus sampai hari ini. Ini sebuah pandangan kritis terhadap manfaat kegiatan peringatan hari besar nasional. 

Dikatakan oleh pembicara, mengenang para pahlawan akan tetap relevan jika kita bisa memaknai kiprah dan semangat perjuangan mereka. Tugas generasi muda bukan sekadar mengusung slogan melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa, namun harus hadir menghadapi tantangan dan menyelesaikan setiap persoalan kebangsaan nyata yang dihadapi saat ini. 

Perspektif senada juga disampaikan oleh Hamzah Mahboub, seorang mahasiwa Pakistan yang diundang sebagai pembicara. Diawali dengan ulasan sejarah kedekatan hubungan tokoh bangsa pejuang kemerdekaan Indonesia dan Pakistan, Hamzah menginspirasi kaum muda Indonesia untuk melanjutkan semangat kerjasama tersebut dimulai dengan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.

”Kita harus mulai berkiprah, karena sejarah perjuangan tokoh bangsa dapat kita jadikan bekal semangat dalam mengelola tantangan menjadi lahan perjuangn di hari ini demi kemajuan dan kejayaan kedua bangsa di masa depan,” ajak Hamzah. 

Dubes Iwan, dalam catatan penutup, menyambut positif ajakan Hamzah dan pembicara lainnya. Dikatakannya, ”Sejarah perjuangan menorehkan kiprah Ir. Sukarno, Ali Jinnah dan pahlawan kedua bangsa lainnya menjadi sumber semangat dan inspirasi dalam menghadapi tantangan.

"Ciri yang unik dan menonjol dari seorang pahlawan adalah pikiran dan gagasannya selalu melampaui kepentingan dirinya sendiri. Saat ini baik Indonesia dan Pakistan menghadapi tantangan besar akibat perubahan cepat di tataran global maupun domestik. Situasi ini menjadi relevan bagi generasi muda kedua bangsa mengambil semangat itu untuk menjawab tantangan melalui kiprah nyata secara fungsional demi kemakmuran bersama." 

Para mahasiwa Indonesia pun meresapi ujaran Dubes Iwan: “Pahlawan tidak diciptakan. Berbuatlah nyata dan bermanfat bagi kehidupan. Mulai hari ini kita harus senantiasa siap jika dihadapkan dengan setiap persoalan. Persoalanlah yang melahirkan inovasi. Jangan hindari masalah. Dengan memecahkan masalah, maka kita telah berinovasi". 

Pagelaran seni budaya oleh mahasiswa Indonesia memperkaya suasana acara sekaligus menjadi ekspresi rasa dan karsa mahasiswa tentang nilai-nilai perjuangan. Mereka hari itu sekaligus menjadi bintang pertunjukan yang menghibur. Bait puisi mahasiswa yang mendeklamasikan gelora tantangan ketidakadilan, dijawab dengan film drama produksi sendiri yang merefleksikan kepedulian sosial. 

Mahasiswa yang kebanyakan berlatar belakang pesantren tersebut membuat takjub karena kaya dengan kemampuan ekspresi berkesenian. Tidak kurang tarian Gatotkaca, gerak visual pantomim, lagu-lagu daerah oleh alunan musik angklung, dan aksi seni beladiri Pencak Silat mereka pertunjukkan. 

(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X