
hariansuara.com, Jakarta - Penerapan aturan penanganan Covid-19 di Kuwait memasuki pekan kelima. Jam malam secara nasional diperpanjang menjadi pukul 17.00-06.00 dari sebelumnya sampai pukul 05.00.
Pekan lalu, Pemerintah Kuwait memutuskan untuk melakukan lock down di Mahboulla dan Jleeb Al Shuyoukh, seiring meningkatnya kasus penularan Covid-19 di dua kota tersebut. Langkah pencegahan penularan juga ditingkatkan di tempat umum yang masih buka, seperti supermarket.
Situasi ini tentunya berdampak pada penduduk setempat, termasuk WNI. Sejak 26 Maret 2020, KBRI Kuwait menerima laporan WNI yang mulai atau sudah kesulitan uang untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Pada umumnya, mereka bekerja sebagai karyawan di sektor usaha yang harus tutup seperti spa, fitness center, restoran, kafe dan katering resepsi.
Laporan diterima langsung melalui nomer whatsapp resmi +965 97602020 maupun tidak langsung melalui media sosial dan organisasi masyarakat Indonesia (ormas), seperti Forum Diaspora Indonesia di Kuwait/FDIK.
Per 2 April 2020, KBRI menerima laporan 240 WNI yang terdampak situasi ini. Dengan perkembangan penanganan Coronavirus per 14 April 2020, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 1.700 WNI.
Pada 14 April 2020, Duta Besar RI Bapak Tri Tharyat dan staff KBRI Kuwait secara paralel melakukan distribusi paket bahan pangan sekaligus mengecek kondisi WNI di berbagai titik. Selama pekan kedua terakhir, tim Fungsi Protokol-Konsuler dan Ketenagakerjaan KBRI Kuwait telah melakukan distribusi juga ke berbagai titik.
WNI yang terdampak tinggal di berbagai daerah seperti Sharq, Jahra, Fahaheel, Abu Halifa, Kuwait City, Jleeb dan Mahboulla. Dalam hal ini, dilakukan koordinasi keamanan dengan Kepolisian untuk distribusi di Jleeb dan Mahboulla yang sedang dikarantina secara regional.
Sejak awal, distribusi dilaksanakan dengan prinsip akuntabilitas, yaitu melalui verifikasi dan komunikasi. Verifikasi dilakukan agar bantuan diterima untuk WNI yang benar-benar memerlukan.
Berbagai organisasi masyarakat Indonesia (ormas), termasuk FDIK juga menjaga komunikasi dengan KBRI agar bantuan bahan pangan dapat sesegera mungkin disampaikan kepada WNI. Per 14 April 2020, jumlah total bantuan pangan yang telah didistribusikan baik oleh KBRI maupun ormas mencapai 860 paket.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU