
hariansuara.com, Jakarta - Setelah Pemerintah Bangladesh memperpanjang beberapa kebijakan penanggulangan Covid-19, termasuk lockdown, KBRI kembali mendistribusikan bantuan logistik pada WNI yang paling rentan dan paling membutuhkan di Bangladesh.
“Dengan diperpanjangnya kebijakan penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Bangladesh, KBRI memahami dampak signifikan yang dirasakan oleh para WNI di Bangladesh," jelas Dubes RI Rina P. Soemarno.
“Oleh karena itu KBRI Dhaka berkomitmen untuk terus memastikan keamanan, kondisi kesehatan, dan terpenuhinya kebutuhan pokok harian WNI, terutama bagi WNI dengan kondisi finansial yang terbatas," lanjut Dubes Rina Soemarno.
Melalui hasil pendataan dan komunikasi berkelanjutan yang dilakukan oleh KBRI, diketahui bahwa 585 orang WNI, termasuk di antaranya 167 WNI yang tidak menetap di Bangladesh, berada dalam kondisi baik dan terbebas dari gejala-gejala Covid-19.
Namun, diperpanjangnya kebijakan lockdown secara nasional serta pembatasan ruang gerak pada beberapa wilayah tertentu, menyebabkan sebagian WNI di beberapa wilayah di Bangladesh mulai kesulitan memperoleh berbagai kebutuhan sehari-hari, sehingga memerlukan bantuan KBRI Dhaka.
Kondisi tersebut lebih dipersulit dengan penetapan jam malam sejak pukul 18.00 hingga pukul 06.00 keesokan harinya, sebagai akibat dari peningkatan signifikan kasus Covid-19 di Bangladesh yang telah mencapai lebih dari 2.900 kasus.
Hingga Rabu, (22/4/2020), KBRI telah berhasil mendistribusikan setidaknya 200 paket bantuan logistik kepada WNI yang memerlukan bantuan di Dhaka dan sekitarnya. Ivan Setiawan, salah satu Pekerja Migran Indonesia di Bangladesh menyampaikan: “Alhamdulillah, mewakili teman-teman WNI lainnya saya berterima kasih kepada KBRI atas bantuan yang dberikan. Semoga keluarga besar KBRI dan seluruh warga Indonesia di Bangladesh selalu diberi Kesehatan oleh Tuhan YME."(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU