
hariansuara.com, Islamabad - Di tengah kesulitan yang dihadapi dunia akibat pandemi wabah Covid-19, KBRI Islamabad terus berupaya mencari peluang untuk mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia-Pakistan yang berkesinambungan.
KBRI Islamabad menggagas pertemuan bisnis virtual dengan mengundang pengurus KADIN Rawalpindi (RCCI), KADIN Indonesia Komite Tetap Timur Tengah (KT3) & OKI, dan para pelaku usaha UKM Indonesia, (10/6/2020).
Sebelumnya KBRI Islamabad juga memfasilitasi terjalinnya interaksi RCCI dengan KADIN Indonesia KT3 & OKI melalui acara Indonesia-Pakistan Business Forum, pada 5 Oktober 2019 di Pakistan. 
“Pertemuan bisnis virtual ini merupakan upaya kita sedemikian rupa untuk selalu memupuk dan memperkuat hubungan antara pelaku usaha Indonesia dan Pakistan yang selama ini telah terjalin baik,” ujar Dubes RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri.
Selain itu pertemuan diharapkan dapat melahirkan gagasan konstruktif dan solutif sekiranya terdapat hambatan pada hubungan perdagangan bilateral, khususnya di masa pandemi saat ini.
Presiden RCCI, Mr. Saboor Malik mengapresiasi langkah KBRI Islamabad yang telah menginisiasi pertemuan bisnis virtual tersebut. “Banyak informasi positif yang kami peroleh dan memantik gagasan program sinergis untuk meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia dan Pakistan,” ucap Saboor Malik.
Dalam kesempatan pertemuan yang berlangsung selama dua (2) jam, Wakil Ketua Kadin Indonesia KT3 dan OKI, Mufti Hasan Hamka menyebutkan bahwa Indonesia dan Pakistan memiliki jumlah populasi yang besar, sehingga potensi pasar di kedua negara masih terbuka lebar. “Oleh karena itu, kami menyambut baik undangan RCCI untuk berpartisipasi pada pameran Virtual International Rawal Expo (VIRE) pada 7-16 Agustus 2020 dan akan meneruskan undangan tersebut kepada para pelaku bisnis di Indonesia,” sambut Mufti Hasan.
Kedua KADIN baik Rawalpindi dan Indonesia KT3 & OKI sepakat untuk menjadikan VIRE sebagai ajang promosi produk unggulan masing-masing anggotanya. Salah satu perwakilan dari pelaku usaha Indonesia menyampaikan bahwa model pameran virtual ini merupakan yang pertama dan menurutnya tidak hanya tepat di tengah pandemi, namun juga dinilai lebih ekonomis dan mendorong platform online. Kadin Rawalpindi menambahkan, para peserta dan pengunjung selain dari Pakistan, juga dapat diikuti dan dapat diakses dari berbagai negara.
Total nilai perdagangan Indonesia-Pakistan tahun 2019 menyentuh angka USD 2,3 miliar. Meskipun saat ini kondisi ekonomi dunia tengah melesu, pada periode Januari-April 2020, neraca surplus Indonesia atas Pakistan sebesar USD 457,6 juta atau naik sebesar 8,98% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 419,9 juta. Peningkatan surplus dipengaruhi oleh kenaikan ekspor Indonesia ke Pakistan sebesar 2,43% (dari USD 521,8 juta menjadi USD 525,2 juta), sementara impor turun 27,19% (dari USD 92,9 juta menjadi USD 67,6 juta).
Acara pertemuan bisnis virtual berlangsung produktif, dan semua yang hadir berharap forum bisnis virtual dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kegiatan semacam ini akan terus kami lakukan dan menyentuh semua segmen stakeholder di sektor-sektor lainnya, karena format pertemuan virtual juga akan menjadi kebutuhan masa depan dunia usaha,” pungkas Dubes Iwan Amri. (*) dtb/nda
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU