Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Temu Mitra KBRI Islamabad di Faisalabad, Terbuka Celah Impor Batu Bara dan Beasiswa Pendidikan

Kabar KBRI
17 Jul 2020
Temu Mitra KBRI Islamabad di Faisalabad, Terbuka Celah Impor Batu Bara dan Beasiswa Pendidikan

hariansuara.com, Islamabad - KBRI Islamabad terus mencari celah untuk makin menjalin hubungan baik dengan friends of Indonesia dari kalangan usaha, akademik sampai importir produk Indonesia. Salah satu kota yang KBRI Islamabad jangkau melalui pertemuan virtual adalah Faisalabad, di mana terdapat mitra KBRI, yaitu Faisalabad Chamber of Commerce and Industry (FCCI), University of Agriculture Faisalabad (UAF), dan Madinah Group of Industries (MGI), Kamis, 16/7/2020. 

Kota Faisalabad terletak 320 km dari Islamabad, merupakan pusat industri dan pertanian Pakistan. Disebut sebagai "Manchester Pakistan", di mana 25% aktivitas ekonomi dan perdagangannya berkontribusi pada PDB Pakistan. Kota ini memiliki konsorsium perusahaan besar dan kaya, seperti Sitara Group, Manno Group (Rafhan Foods), Crescent Group, Ibrahim Group (Allied Bank), Madinah Group Industries, Chenab Companies, dan lain-lain. 

Dialog Dubes Iwan Musri dengan mitra di Faisalabad

Sebelum terjadi pandemi Covid-19, hampir rutin setiap tahun KBRI Islamabad menggelar aktivitas di Faisalabad. Dengan UAF, mengadakan seminar tentang aspek kesehatan minyak sawit dan bazar kuliner Indonesia-Pakistan yang didukung oleh FCCI dan MGI.

Dubes RI Islamabad, Iwan Suyudhie Amri menyapa satu per satu friends of Indonesia dan menyampaikan kebahagiaan dapat kembali bertemu meskipun secara virtual. “Kondisi pandemi Covid-19 tidak menghalangi kita untuk dapat terhubung dan menjalin komunikasi,” ujar Dubes Iwan Amri. 

Kepada Presiden dan Wakil Presiden FCCI, Dubes RI menyampaikan perkembangan hubungan perdagangan Indonesia-Pakistan terkini. “Masih terdapat peluang yang luas bagi pelaku usaha kedua negara untuk meningkatkan dan bahkan menyeimbangkan perdagangan bilateral,” ucap Dubes Iwan. 

Hubungan Indonesia dan Pakistan di segala bidang semakin membaik dan menunjukkan tren positif. Di tengah ekonomi dunia yang menurun, total nilai  perdagangan bilateral tahun 2019 masih mampu menyentuh angka USD 2,3 miliar, dengan surplus pada Indonesia sebesar USD 1,56 miliar. Tahun 2020 di saat pandemi kini telah menghadapkan semua negara pada kesulitan ekonomi yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya. "Oleh karena itu semakin relevan bagi kita untuk lebih giat memupuk dan menjalin komunikasi guna mengapitalisasi setiap peluang kerja sama yang ada," sambungnya.

Presiden FCCI, Mr. Rana M. Sikandar sepakat untuk terus membina hubungan dagang yang berkesinambungan dengan Indonesia. “Kami akan mengajukan pertemuan lanjutan dengan KBRI, khususnya untuk mengomunikasikan rencana importasi batu bara Indonesia dan produk potensial lainnya,” imbuh Wakil Presiden FCCI, Mr. Bilal Waheed. “Pasar batu bara sangat besar di Faisalabad. Banyak pabrik dan kawasan industri membutuhkan pasokan batu bara Indonesia.”

Dubes Iwan Amri juga menyebutkan selama tiga tahun terakhir Indonesia dan Pakistan sama-sama mampu mengisi fasilitas yang disediakan Preferential Trade Agreement (PTA). Kedua pihak pun telah setuju untuk meningkatkan elevasi menuju Free Trade Agreement (FTA) yang telah dimulai proses negosiasinya sejak 2019.

FCCI juga meminta saran Dubes RI terkait upaya yang dapat dilakukan FCCI untuk menyeimbangkan neraca perdagangan bilateral. “Selain PTA, secara sepihak Pemerintah Indonesia telah memberikan tambahan fasilitas zero tariff untuk 20 produk Pakistan, seperti tekstil, beras, mangga, ethanol, dan tembakau virginia,” tanggap Dubes Iwan. “Kalangan bisnis FCCI kiranya dapat mengoptimalkan skema tambahan fasilitas tersebut, dan mencari mitra Indonesia yang tepat.” 

Di samping persoalan bisnis, pertemuan virtual juga membahas upaya peningkatan kerja sama di bidang pendidikan. “Madinah Group of Industries (MGI) yang memiliki The University of Faisalabad (TUF) menawarkan beasiswa pendidikan penuh (full scholarship) bagi WNI untuk belajar di TUF di bidang kedokteran dan keperawatan”, ujar Chairman TUF, Mr. Haider Amin. MGI merupakan penerima penghargaan yang diberikan Presiden RI, Joko Widodo pada Primaduta Award tahun 2016, sebagai perusahaan pengimpor minyak sawit Indonesia terloyal sejak 15 tahun berturut-turut.

"Di tengah kondisi Pakistan yang masih menerapkan penguncian beberapa wilayah akibat Covid-19, kita tetap mampu mengupayakan peluang kerja sama yang saling menguntungkan," tutup Dubes Iwan Amri, penuh syukur. (*) KBRI Islamabad/umi

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X