
hariansuara.com, Bandung - “Bahasa Arab menjadi pintu masuk bagi saya untuk mempelajari bahasa asing lainnya,” demikian Syifa Adinda Negara sambil senyum. Polyglot atau penutur berbagai bahasa lulusan Sastra Arab UNPAD 2018 ini mengisahkan metodenya mempelajari sembilan bahasa asing, termasuk Perancis dan Spanyol dari pelafalan huruf hijaiyah. Ada juga pengalaman menjadi interpreter oleh Amani Z. Salim dan Sayu Siti Shalihah yang aktif dan sukses di dunia fashion syariah berbekal penguasaan bahasa Arab.
Lain lagi pengalaman Genya Kurnaen yang menjadi entertainer dan penyanyi lagu Arab, “Penguasaan bahasa Arab dan passion saya dalam bernyanyi menemukan momentum saat ini, karena lagu-lagu Arab sedang digandrungi kalangan muda Indonesia,” katanya. 
Tiga dasawarsa lalu, rasanya sangat sulit membayangkan lulusan program studi Sastra Arab bisa seoptimis seperti saat ini.
Perbincangan menarik tertangkap saat sepuluh alumni Sastra Arab UNPAD dari rentang Angkatan 1985 - 2006 berbagi pengalaman kerja dalam seri ketujuh webinar internasional Prodi Sastra Arab bertemakan Menyongsong Pembelajaran Bahasa Arab di Era Tatanan Baru Pascapandemi Covid-19 (18/7).
PELUANG BERKARIR TERBUKA LUAS
Seri webinar penutup yang dipandu Eka Kurniawan, S.S., M.Hum dan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Tanah Air ini membawa semangat baru kepada lulusan Sastra Arab. Bahwa tidak ada yang mustahil untuk berhasil dalam karir sepanjang kita punya niat kuat dan menetapkan target-target sejak kuliah.
Saat ini beberapa alumni Sastra Arab UNPAD berkarir sebagai diplomat yang bertugas di beberapa kantor Perwakilan RI, seperti di KBRI Riyadh dan KBRI Abu Dhabi. Beberapa lulusan juga bekerja sebagai pegawai setempat di beberapa KBRI di wilayah Timur Tengah dan Afrika. Beberapa lulusan juga bekerja di sektor perbankan, menjadi jurnalis dan pegawai negeri sipil di beberapa kementerian dan lembaga, seperti Kemendikbud RI atau di kantor dinas provinsi/kota.
Para alumni sepakat bahwa keberhasilan mereka saat ini dibentuk oleh pola didik dan asuh para dosen. Dengan kebijakan kampus merdeka dan merdeka belajar yang dikembangkan Kemdikbud Prodi diharapkan mampu membentuk mahasiwa yang memiliki karakter mandiri, berbudi luhur, kompeten, kreatif dan inovatif. Alumni juga mendorong Prodi Sastra Arab dapat menyusun desain bahan ajar yang relevan dengan keperluan dunia kerja.
Saran tersebut selaras dengan pandangan Dubes RI Pakistan Iwan Amri dan narasumber lain dalam sesi webinar sebelumnya yang mengatakan, “Terobosan dalam pengajaran bahasa Arab perlu dimulai dengan kombinasi lintas disiplin ilmu, seperti ilmu ekonomi dan ilmu sosial-politik.”
Seri webinar ketujuh juga menghadirkan narasumber Prof. Dr. Siti Sarah binti Haji Ahmad, Dekan Fakultas Bahasa Arab, Universitas Islam Sultan Syarif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam. Prof. Siti berbagi mengenai strategi pendidikan bahasa Arab di kampus UNISSA yang menyediakan kelas reguler maupun kursus-kursus yang berorientasi kerja.
Menutup seri webinar internasional, Kepala Prodi Sastra Arab, Dr. Titin Nurhayati, mengatakan, untuk meningkatkan kualitas lulusan, UNPAD segera mewujudkan kerjasama program studi Bahasa Arab dengan berbagai kampus di luar negeri. Sejalan dengan pelaksanaan webinar, telah dijajaki kerjasama akademik prodi Bahasa Arab antara UNPAD dengan King Saud University, Arab Saudi; Universiti Islam Sultan Syarif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, dan International Islamic University Islamabad (IIUI), Pakistan. (*) d3b/stm, Foto: Dok KBRI Islamabad
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU