Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

KBRI Islamabad dan UINSA Surabaya Gelar Webinar Promosikan Moderasi Islam

Kabar KBRI
29 Jul 2020
KBRI Islamabad dan UINSA Surabaya Gelar Webinar Promosikan Moderasi Islam

hariansuara.com, Islamabad - Dalam rangka menjalin kerja sama di bidang pendidikan antara Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dengan Lembaga Perguruan Tinggi Pakistan, KBRI Islamabad menggagas pelaksanaan Webinar tentang topik keislaman, sekaligus mengenalkan Pakistan sebagai wilayah yang akan menjadi mitra kerja sama UINSA. 

Sederet tokoh ternama menjadi narasumber Webinar tersebut yang bertemakan Islamisme versus Moderasi Islam, Selasa (28/7/2020). Rektor UINSA, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag, MA, P.hd. dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada seluruh narasumber--Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, MA (Guru Besar UINSA; Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban, 2018-2019, Dr. Syamsi Ali (Imam Islamic Center of New York, Direktur Jamaica Muslim Center), Abdullah Haq Al-Haedari, MAg. (Alumni International Islamic University/IIU-Islamabad dan Pascasarjana UINSA Surabaya), dan Iwan Suyudhie Amri (Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Pakistan). 

“Agenda utama Islamisme adalah mendirikan negara Islam dan memobilisasi umat Islam dalam rangka membangun tatanan yang mendukung Islam menjadi ideologi negara,” ucap moderator, Dr. A. Nur Fuad mengantar diskusi. Sementara moderasi Islam (wasathiyah) adalah pilihan untuk mewujudkan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, dan ia merupakan metode berpikir, berinteraksi dan berperilaku yang tidak bertentangan dengan prinsip ajaran agama dan tradisi masyarakat.

Meskipun terdapat perbedaan pandangan terhadap terminologi Islamisme juga pada berbagai pelabelan isme lainnya pada agama Islam, namun seluruh narasumber sepakat bahwa moderasi Islam sejalan dengan inti ajaran Islam yang sesuai dengan fitrah manusia.

Sebagai salah seorang Alumni IIU Islamabad yang tinggal di Amerika Serikat dan mendirikan Pesantren pertama di Negeri Paman Sam, Imam Shamsi Ali mendukung keaktifan Indonesia dalam mempromosikan moderasi Islam. “Para pendiri RI telah tepat meletakkan dasar negara dan mengatur relasi antara agama dan negara sesuai dengan prinsip nilai moderasi,” imbuhnya. “Jika dalam dinamikanya terjadi penyimpangan atas prinsip nilai tersebut oleh sebagian kelompok kecil, maka kita tidak boleh menggeneralisir dan menuduhkan kesalahan pada prinsip.” 

Terkait dengan Islamisme di Pakistan, Dubes Iwan Amri menyampaikan, bahwa pilihan tersebut tidak terlepas dari faktor geopolitik, strategik, dan sejarah yang melandasi pemisahan Pakistan dari India pada 1947. “Jika kita melihat dimensi sejarah, geopolitik dan strategik, serta motif pertahanan (survival) untuk memperoleh rasa aman karena memosisikan sebagai korban (victimhood) dari ancaman pihak luar, kita dapat memahami pilihan Islamisme Pakistan,” ucap Dubes Iwan Amri.  

Meskipun demikian, sebagai negara yang tidak berdiri pada ruang hampa, dalam perjalannya Pakistan juga mengalami dinamika fluktuasi penguatan islamisme hingga pergeseran menuju ke mainstream moderasi. Penguatan islamisme terjadi pada 1973, namun pada periode pemerintahan sebelumnya termasuk pada saat ini di bawah PM. Imran Khan tampak banyak upaya untuk lebih menampilkan implementasi nilai Islam yang toleran, damai, menjunjung tinggi keadilan dan kesejahteraan bagi semua rakyat (Naya Pakistan/Pakistan Baru). 

“Kondisi Pakistan cukup unik, tentu kita tidak seutuhnya dapat memperbandingkan dengan Indonesia, termasuk dalam kaitan pengalaman Islamisme versus moderasi Islam,” ujar Dubes Iwan Amri lagi. 

Dialog selama dua jam berlangsung lancar dan mendapatkan respon positif dan interaktif dari peserta Webinar. Kesempatan dialog juga dimanfaatkan oleh Rektor UINSA untuk permohonan kepada Dubes RI memfasilitasi kerja sama UINSA dengan mencarikan partner Perguruan Tinggi di Pakistan. 

“KBRI Islamabad akan mendukung permohonan kerja sama tersebut, dan mencarikan patner yang tepat. Silakan kami dikirimkan proposal pada bidang apa saja yang menjadi point of interest UINSA,” tutup Dubes Iwan Amri. (*) KBRI Islamabad/mel,  Foto: KBRI Islamabad

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X