Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Sekolah Kejuruan Prancis Belajar Tentang Indonesia

Kabar KBRI
18 Apr 2017
Sekolah Kejuruan Prancis Belajar Tentang Indonesia

 

London - Sekolah kejuruan bidang bangunan Bernard Chochoy, Lumbres, Prancis melibatkan 15 guru dari berbagai bidang serta siswanya untuk melaksanakan pembelajaran multidisiplin dengan tema khusus tentang Indonesia.

 

Penerapan pembelajaran dengan kultur dan seni Indonesia masuk sekolah di Prancis ini merupakan yang ketiga.

 

Setelah sebelumnya hal serupa dilaksanakan sekolah Jacques Prevert, Chateauneuf-sur-Sarthe dan Saint Pol-Roux, Brest. Begitu info Atase Pendidikan KBRI Paris Surya Rosa Putra kepada Antara London, Selasa.

 

Hasil pembelajaran dan kreativitas murid ditampilkan di hadapan tokoh-tokoh kota, orang tua murid dan warga setempat.

 

Sandie Budjana, guru sekolah yang juga pemenang Lomba Essai tentang Indonesia KBRI Paris, mencetuskan gagasan mengenalkan dan kemudian mencintai tentang Indonesia. Melalui sang suami yang berasal dari Bali, untuk menghadirkan Indonesia di tempatnya mengajar.

 

Kepala sekolah, Christophe Cortyl, sepakat menggerakkan 15 guru Matematika, B. Inggris, B. Belanda, Pertukangan, Geografi, dan Seni, untuk menyusun program pembelajaran lintas bidang (multidisipliner). Tema yang diambil adalah cerita rakyat, wayang, bangunan, dan lambang negara Indonesia.

 

Setelah tiga bulan, hasil kreasi itu ditampilkan di depan tim KBRI Paris. Para murid itu unjuk kebolehan, di antaranya ada struktur lumbung padi Minang dan congklak Jawa, buah pembelajaran matematika dan pertukangan. Serta berbagai kartu undangan berbentuk wayang dan karya tulis hasil interpretasi tentang cerita rakyat Indonesia.

 

Para siswa diberi kesempatan berdiskusi dengan enam mahasiswa Indonesia eks SMK di Tanah Air yang sedang belajar di BTS (Brevet de Technicien Suprieur) Prancis yang mendapat gambaran yang tentang perbedaan pendidikan dan kultur antara Indonesia dan Prancis, terutama yang berhubungan dengan kehidupan pelajar.

 

Kehadiran Indonesia semakin terasa dalam open house sekolah. Selain menampilkan hasil eksplorasi para siswa, pihak sekolah juga mengundang grup gamelan Pancha Indera. Yang seluruh pemainnya warga negara Prancis, serta grup tari Sekar Jagad dari Indonesia. Sebelumnya, para siswa belajar gamelan dan tari kecak beserta filosofinya.

 

Kepala sekolah mengaku terkesan dan bangga dengan program ini. Kedatangan senator dan deputy wilayah serta masyarakat, yang jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X