
hariansuara.com, Islamabad - Populasi Indonesia sebesar 260 juta dan Pakistan 210 juta orang dengan kinerja ekonomi kedua negara yang baik, merupakan peluang yang menjanjikan bagi kerjasama bisnis saling menguntungkan antara pebisnis Pakistan dan Indonesia. Hal ini mengemuka dalam kunjungan Dubes RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri, ke Kadin Kota Gujrat.
Menurut Ali Ghumman, Ketua Kadin Gujrat, pebisnis Gujrat yang bergerak di bidang mebel, kipas angin listrik, dan keramik sudah berpengalaman mengekspor produknya ke berbagai negara. Dia meyakinkan Dubes RI bahwa kualitas produk ekspor Gujrat dapat menembus pasar Indonesia. Selain itu, Pakistan juga memiliki kebutuhan yang besar akan produk Indonesia seperti minyak sawit, batu bara, dan produk lainnya.
Dubes RI menyambut baik minat pebisnis Gujrat. Menurutnya untuk mengenal potensi kerjasama itu, sebaiknya pebisnis Pakistan berkunjung ke Indonesia.
“Pemerintah Indonesia saat ini telah memberikan kemudahan visa bagi warga Pakistan. Kebijakan itu akan lebih mendekatkan pebisnis dan masyarakat kedua negara”, jelas Dubes RI dalam keterangan tertulis yang diterima hariansuara.com, Selasa, (31/10).
Ketua Kadin menyampaikan rencananya untuk membawa delegasi pebisnis Gujrat ke Indonesia pada Februari 2018 mendatang. Disadari bahwa para pebisnis Gujrat belum begitu mengenal potensi kerjasama bisnis dengan Indonesia. Tidak seperti para pebisnis Karachi, Lahore, Islamabad, dan Fasalabad yang selama ini telah menjalin kontak dengan mitranya di Indonesia.
Kunjungan KBRI Islamabad ke Gujrat merupakan upaya terus menerus KBRI dalam memperluas jaringan bisnis dengan para usahawan Pakistan.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU