
hariansuara.com, Tawau - Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI dan Pemkot Tarakan, KRI Tawau gelar Familiarization Trip pada 2-6 November 2017. Kegiatan diikuti oleh 13 orang pimpinan dan wakil dari travel agent /tour operator dan media asal Tawau dan Sabah.
Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kerja sama pengusaha kedua negara dan memperkenalkan potensi pariwisata di Tarakan, Derawan dan Maratua sebagai kepualauan Indonesia terdepan ke masyarakat Malaysia.
Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari tersebut dimulai dengan tour di kota Tarakan. Rombongan mengunjungi Hutan Lindung Bakau dan Bekatan Tarakan dan menikmati sajian kuliner seafood termasuk kepiting soka khas Tarakan.
Haris bin Muda, kameramen TV3 sangat senang karena berhasil menangkap gambar bekatan, kera hidung besar endemik Kalimantan. "...Saya pernah menunggu berjam-jam di Kinabatangan hanya demi merekam gambar bekatan. Di Tarakan ini bisa ketemu tanpa susah payah, mereka turun di jalan...".
Malamnya, rombongan dijamu makan malam oleh Kementerian Pariwisata RI. Indra Eka Pramana, Kasie Familialization Trip Kementerian Pariwisata RI, menyampaikan selamat datang kepada para peserta kegiatan dari Tawau dan berharap agar kesempatan Familiarization Trip dapat digunakan oleh peserta business gathering yang juga dihadiri oleh tour operator/tour agency dari Tarakan untuk berkenalan dan menjajaki kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tarakan, Bapak Alex Sandra menyampaikan harapan semoga kedatangan peserta dari Tawau bisa meningkatkan jumlah wisatawan asal Tawau dan Sabah ke Tarakan. Dijelaskan beberapa lokasi wisata unggulan Tarakan, yaitu Hutan Lindung Bakau dan Bekatan, rumah adat, rumah bundar dan Taman Pelawan. Disampaikan juga bahwa Tarakan diuntungkan dengan lokasinya yang strategis dan menjadi tempat transit wisatawan yang akan berkunjung ke kepulauan Derawan dan Maratua
Dalam keterangan tertulis yang diterima hariansuara.com, Rabu, (8/11), Nindarsari Utomo, Pelaksana Fungsi Ekonomi KRI Tawau memperkenalkan para peserta, yaitu pimpinan dan wakil travel agent / tour operator dan pihak terkait lainnya yaitu: Majelis Perbandaran Tawau (Sekretaris Pariwisata Kantor Walikota Tawau), Tour Travel & Incentive Sdn. Bhd Tawau, Sipadan Mangrove Resort, Sabah Tourism Board, Teck Guan Company, Persatuan Bugis Rumpun Malaysia, serta utusan media yaitu TV 3, Kantor Berita Bernama dan Surat Kabar Utusan Borneo.
Dari Kota Tarakan, rombongan diajak bersnorkling ke pulau Derawan, melihat konservasi penyu di pulau Sangalaki, berenang bersama ubur-ubur tidak menyengat di danau purba Kakaban dan menghadiri Jazz & Dive Fiesta Maratua 2017 di pulau Maratua.
Selain itu, rombongan juga berkesempatan melakukan peninjauan ke fasilitas resort yang berada di pulau/daratan, resort terapung di pantai laut dan juga Bandara Maratua.
Dalam pertemuan dengan Walikota Tarakan, setelah kembali dari peninjauan lapangan tersebut, peserta menyatakan keindahan alam di Tarakan, Kalimantan Utara dan bawah laut pulau Derawan, Sangalaki, Kakaban, Maratua Kalimantan Timur memberikan potensi pariwisata yang dapat di kembangkan untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. Hal ini antara lain dapat dilakukan dengan menggabungkan paket wisata dua negara, pertama berkunjung ke Tawau dan kemudian dilanjutkan ke Kalimantan Utara serta Kalimantan Selatan.
M. Raffi, peserta Famtrip dari Majelis Perbandaran Tawau, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Fam Trip dan mengharapkan agar Tarakan dapat mengundang Delegasi Tawau pada Festival Iraw Tingkayu sebagai wujud kerja sama saling promosi kedua daerah perbatasan.
Sofian Raga, Walikota Tarakan, menyatakan terima kasih atas kunjungan ke Tarakan dan menyambut baik rencana kerja sama pariwisata dari pihak Tawau dan Sabah di berbagai bidang.Hal yang sama disampaikan oleh Ketua ASITA Kaltara untuk peningkatan kerja sama pariwisata antara Kalimantan Utara dengan Tawau/Sabah.
Kegiatan Familiarization Trip tersebut pertama kali dilaksanakan oleh KRI Tawau untuk mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan asing 20 juta orang ke Indonesia tahun 2019.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU