
Jakarta - Pemerintah Iran menjadi tuan rumah pertemuan pertama otoritas kawasan bebas negara-negara yang berada di pesisir Samudera Hindia (IORA) atau The First IORA Free Trade Zones Authorities Meeting yang berlangsung pada tanggal 19-20 Mei 2016 di kota Chabahar.
Pertemuan dibuka oleh Wakil Presiden Iran, Dr. Eshagh Jahangiri dan dihadiri oleh 14 negara mitra wicara. Indonesia dan beberapa negara lain seperti Kenya, Jepang, Malaysia, dan Tanzania diwakili oleh Duta Besar yang berkedudukan di Teheran.
Saat pembukaan, Wakil Presiden Iran menggarisbawahi IORA perlu meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi dan memanfaatkan kawasan bebas sebagai penghubung pembangunan ekonomi dunia.
“Dalam IORA, Indonesia akan mendorong peningkatan kerjasama ekonomi, termasuk kerjasama maritim diantara negara anggota IORA. Kerjasama maritim dapat dilakukan melalui kerjasama kawasan ekonomi khusus diantara negara-negara IORA, diantaranya dilakukan melalui fasilitasi perdagangan bebas, pengembangan kapasitas, dan peningkatan investasi yang pembahasannya dapat dilakukan di dalam forum-forum selama Indonesia menjadi ketua IORA.” tutur Duta Besar Indonesia untuk Iran, Octavino Alimudin.
Pertemuan pertama kawasan bebas ekonomi bagi negara-negara IORA telah menghasilkan kesepakatan, yaitu melanjutkan pembahasan arti penting kerjasama antara kawasan ekonomi khusus secara berkala, mendorong adanya national focal point atau koordinator sekretariat nasional bagi kawasan ekonomi khusus diantara negara anggota IORA, dan mengundang negara-negara anggota IORA untuk memberikan pandangan mengenai mekanisme regional kerjasama kawasan ekonomi khusus.
Dalam kaitan ini IORA Regional Centre for Science and Technology Transfer (RCSTT) akan menyampaikan laporan hasil pertemuan kepada Sekretariat IORA dalam pertemuan mendatang di Yogyakarta tanggal 22-25 Mei 2016.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU