Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Simak Tip Dokter Speasialis Anak bila Si Kecil Terdiagnosis Positif Covid-19

Ibu & Anak
21 Mar 2022
Simak Tip Dokter Speasialis Anak bila Si Kecil Terdiagnosis Positif  Covid-19

hariansuara.com - Pandemi Covid-19 belum lagi usai. Toh masih saja ada orang-orang di sekitar kita yang terdiagnosis positif Covid-19 dengan berbagai variannya. Lalu, apa yang harus dilakukan jika justru si kecil yang terinfeksi?

Berikut informasi penting dari dokter spesialis anak di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Depok. Silakan Anda gunakan sebagai pegangan dalam merawat putra-putri tercinta yang sedang diuji positif Covid-19. Ayo kita semak bersama: 

Secara singkat, dr Annisa R Yulman Sp.A, menyampaikan pentingnya menilai kondisi ada tidaknya tanda kegawatdaruratan pada anak. Apa saja tandanya? Sesak panas, demam terus-menerus dan tinggi sampai 40 derajat celcius. 

Gejala lain, anak mengalami dehidrasi. Air kencing dan air matanya berkurang.  Mulut dan lidahnya kering, serta mual dan muntah setiap kali diberi susu dan nafsu makannya juga berkurang.

“Apabila tanda-tanda tersebut dialami anak, segera ke IGD rumah sakit terdekat,” ujar dr Annisa.

Sementara itu masukan dari dr Fahreza Sp.A, jika tanda kegawatdaruratan tak nampak, segera bawa anak berkonsultasi ke dokter spesialis anak terdekat. Atau bawa anak langsung ke fasilitas kesehatan khusus yang menangani Covid-19. Sekarang ada konsultasi online melalui telemedicine. Silakan pilih cara mana yang nyaman dan mungkin dilakukan.

Satu hal sangat penting untuk tidak dilakukan, jelas dr Cynthia Centauri, Sp.A, adalah self medication atau mengobati anak sendiri. Termasuk memberikan obat-obatan atau suplemen herbal dihindari, sebab pemberian obat untuk anak harus atas petunjuk dokter. 

Lebih lanjut, dr Annisa R Yulman Sp.A bersama kolega dari RS Universitas Indonesia Depok lainnya, memberi tips untuk anak selama menjalani isolasi mandiri di rumah:

a. Anak tetap tinggal di dalam kamarnya.

b. Pisahkan lokasi isolasi dari interaksi dengan anggota keluarga yang sehat. Usahakan makan dan mandi di area tersendiri. Pastikan ventilasi kamar yang cukup agar udara bisa masuk-keluar dengan baik. 

c. Bila hanya satu anak yang sakit, berikan seorang pendamping. Ia membantu memantau kondisi suhu tubuh anak setidaknya dua kali sehari. Bila anak mengalami batuk atau sesak, periksa kadar saturasi oksigen. 

d. Ajari anak tetap melakukan 5 M: Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi. 

e. Anak yang sudah cukup besar, jelaskan tentang penyakitnya.

f. Berkonsultasi dengan dokter setidaknya 1 kali per minggu untuk pemantauan berkala.

g. Pastikan anak beroleh asupan makanan bernutrisi baik. Istirahat yang cukup dan juga ajak anak bergerak atau berolahraga ringan. Upayakan berjemur pada pagi hari. 

Saat ini Covid-19 masih ada, dan mari kita jaga anak, buah hati tercinta. (*) MTS     Foto: Tangkapan Layar RS Universitas Indonesia

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X