
hariansuara.com, Jember – Manejemen Sevendream City (SDC) komit memfasilitasi komunitas otomotif, utamanya dengan membangun Kampung Bikers terbesar di Indonesia. Dibuktikan, selama Agustus sampai Oktober 2018, puluhan komunitas bikers difasilitasi untuk ber-event di SDC.
Sebut saja, mulai dari event anniversary, pelantikan pengurus komunitas hingga jambore daerah bikers dari pelbagai jenis komunitas sepeda motor tersaji apik di kawasan hang out kalangan milenial di Kabupaten Jember itu.

Dari sekian banyak event yang diselanggarakan oleh komunitas bikers, gelar acara CB Indonesia di 22 September 2018 lalu itu tercatat berhasil mengumpulkan jumlah visitor terbesar. Tak kurang dari 15.100 pengunjung memadati SDC yang terletak di Jalan Slamet Riyadi 168, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur itu. Meriah!“

Dimana lagi ada tempat atau kawasan seluas ini, jika bukan di SDC? Kami memilih SDC karena kami menyadari bahwa anggota kami untuk Kabupaten Jember saja sudah ribuan orang. Apalagi saat ini acara Jambore Daerah Se–Jawa Timur,” tegas Lulu, Ketua CB Jember.
Berkat SDC, Ekonomi Masyarakat Sekitar Bergerak
Tak hanya keriuhan acara yang menjadi sorotan di SDC, lantaran polisi sempat kelabakan mengatur lalu lintas. Lebih dari itu munculnya kawasan SDC tersebut dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar secara ekonomis. Salah satunya, yang simpel saja, mereka dapat meraup uang parkir sampai jutaan rupiah setiap kali event.

Hamid, salah satu warga RT 002 RW 10, Kelurahan Baratan yang rumahnya hanya berjarak 50 meter dari kawasan SDC mengatakan, rata-rata warga yang memiliki lahan untuk parkir bisa mengantungi IDR 500.000 sampai 700.000.
Selain warga kebanjiran parkir sepeda motor, dampak ekonomi menggembirakan lainnya adalah munculnya warung nasi dadakan yang laris manis setiap ada gelaran acara di SDC.

“Rata-rata warung nasi masak beras 10 Kg. Semua ludes. Nasi pecel sebungkus dihargai Rp 15.000,- per porsi,” ujar pria berbadan kurus itu.
Berkah rezeki yang muncul semenjak SDC beroperasi hingga hari ini, harap mereka, terus bergulir secara rutin, terus menerus. Artinya, SDC dapat menggelar event-event yang ramai diminati publik.

Di tempat terpisah, ada catatan menarik dari Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, Sik. Ia menyarankan agar manajemen melalui panitia dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Tujuannya, agar lalu lintas dapat diatur dengan baik, sehingga kemacetan di setiap kali event dapat diurai secara cepat.

“Tugas polisi memang menjaga keamanan dan lancarnya lalu lintas. Namun demikian, bukan berarti panitia berpangku tangan. Dengan komunikasi dan saling bekerjasama, maka secara otomatis penyelenggaran acara di SDC akan semakin baik,” terang Kapolres Jember di ruang kerjanya. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU