hariansuara.com, Jember - Seven Dream City (SDC) bersama para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menggelar pelatihan dan pameran produk UMKM selama tiga hari, 21-23 Februari 2019. Kegiatan ini juga didukung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Tercatat sebanyak tiga ratus pelaku UMKM yang tergabung dalam berbagai komunitas, di antaranya, Komunitas Jember Ekonomi Kreatif (JEKA) serta Komunitas Inspirasi dan Motivasi (KIM) Jember mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam pemasaran dan promosi. Terutamanya saat ini dengan memanfaatkan teknologi digital semacam internet guna memasarkan produk mereka secara luas kepada masyarakat.

Dalam pelatihan, para peserta dibekali dengan berbagai ilmu pemasaran dan berbagi pengetahuan dari para pelaku usaha lainnya yang sukses dalam bidang penjualan dan pemasaran. Selain pelatihan, kegiatan juga diisi dengan pameran berbagai produk dari pelaku UMKM Jember, seperti produk kerajinan, kuliner, jasa dan berbagai produk kemasan yang mereka olah sendiri.
Salah satu penggerak UMKM di Kabupaten Jember, Imron Pribadi (45) mengatakan, para pelaku UMKM di Jember sudah saatnya Go Online secara nasional dan internasional.

“Minimal UMKM di Jember itu rumahnya atau tempat usahanya menjadi titik Google Maps. Setelah itu menjadi titik Showcase, lalu memiliki titik-titik di Marketplace, E-Commerce, dan di Facebook. Ini harapan kita ke arah sana,” ujarnya.
Imron mengakui jika saat ini para pelaku UMKM di Jember masih dalam tahap sosialisasi dan pelatihan-pelatihan. Sehingga kerjasama dengan berbagai pihak akan sangat dibutuhkan untuk peningkatan kapasitas kemampuan pelaku UMKM di Jember.
Seiring dengan pelatihan dan pameran, kegiatan ini juga didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan cabang Jember. Dimana diharapkan para pelaku UMKM ini mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, karena mereka termasuk kategori pekerja, bukan penerima upah.

“Di sisi lain mereka (pelaku UMKM) hanya memikirkan perekonomiannya, pengelolaan keuangannya, bagaimana memasarkan produk. Tetapi lupa terhadap perlindungan dirinya sendiri. Jika menjadi perserta mereka mendapatkan dua jaminan perlindungan, yaitu jaminan perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” tutur Bangkit Sayekti (36), Account Representavive (AR) BPJS Ketenagakerjaan cabang Jember.
Sehingga jika terjadi risiko dalam menjalankan usaha, misalnya kecelakaan atau kematian, para pelaku UMKM tidak perlu direpotkan dengan pembiayaan yang bisa menjadi kendala dalam menjalankan usahanya, karena mereka sudah dibekali dengan jaring pengaman jaminan sosial.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU