Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Investasi

Makanan yang Baik dan Halal Syarat Doa Diijabah Allah SWT

Investasi
13 Sep 2019
Makanan yang Baik dan Halal Syarat Doa Diijabah Allah SWT

hariansuara.com, Cibinong - Sebagai bentuk keimanan yang hakiki, umat Islam wajib menaati perintah Allah dan rasul-Nya dengan berpedoman hidup pada Al Qur'an dan Hadits, yaitu sunnah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam. Hadits, teladan yang dicontohkan oleh Rasulullah ini dan menjadi sumber hukum Islam kedua setelah Al Qur'an, akan menuntun kita ke keselamatan dunia dan akherat. 

Hari ini hariansuara.com menyuguhkan kupasan hadits ke-10 tentang makanan yang baik dan halal untuk keluarga yang disampaikan oleh Ustadzah Hj Agustin Kurniawaty, SPd di hadapan Majelis Nisaaul Jannah di Mushalla Darul Izzah, Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat. Sebelum tausiyah dimulai, Ketua Majelis, Widiana, menyampaikan pengumuman kegiatan internal. Kemudian dilanjutkan dengan tilawah oleh para anggota yang dilakukan secara bergiliran.  

Dalam pemaparannya, Ustadzah menyampaikan, Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah Mahabaik dan tidak menerima kecuali yang baik. Dia memerintahkan orang-orang Mukmin sama seperti yang diperintahkan kepada para Rasul. Firman Allah: “Hai para Rasul, makanlah makanan yang baik, dan kerjakanlah amal shalih.” (Al-Mu’minun: 51). Dalam Al-Baqarah: 172, Allah juga befirman, “Hai orang-orang yang beriman makanlah makanan yang baik yang Kami berikan kepada kalian.” 

Betapa pentingnya mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Intinya menjauhi makanan-minuman yang haram, agar keluarga kita terhindar dari berbagai penyakit hati, seperti dendam, iri hati, menipu sampai mencuri. Allah juga akan menumbuhkan dalam hati masing-masing rasa damai, kasih sayang dan kebaikan. Yang pasti, Allah akan mengabulkan doa-doa.

Dalam kumpulan Hadits HR Muslim tertulis, bahwasanya Rasulullah bercerita tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit (seraya berdoa), ‘Ya Rabb, ya Rabb.’ Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia kenyang dengan barang yang haram. Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” 

Dengan kesungguhan, Ustadzah Hj Agustin mengajak untuk senantiasa menerapkan segala yang baik dalam hidup keseharian kita, baik di dalam keluarga maupun di lingkungan sosial bersama teman, handai taulan dan para tetangga. Khusus untuk hadits ke-10 adalah menjaga baik-baik kehalalal makanan yang dikonsumsi dan toyyib (baik--Red). Bagaimana caranya?

Prinsipnya, memperhatikan kehalalan makanan yang disajikan untuk keluarga di rumah, ketika bersantap bersama di resto dan juga meneliti bahan pangan yang dibeli. 

Selain itu penting membersihkan diri dari segala sesuatu yang haram. Caranya, dengan bermuhasabah, seperti memperhatikan sumber penghasilan kita. Bila haram, wajib ditinggalkan untuk kemudian berhijrah ke sumber penghasilan yang baik dan halal. Bumi Allah sangatlah luas di mana rezeki-Nya terhampar untuk seluruh makhluk ciptaan-Nya. Allah pasti memberi jalan atas ikhtiar meraih rezeki yang halal yang diniatkan karena Allah SWT. Tidak lupa rutin bersedekah untuk menyucikan dan membersihkan harta kita. 

Kesemua hal baik di atas sangat penting dilakukan agar Allah SWT berkenan atas amal ibadah kita dan mengijabah doa-doa kita. Patut diperhatikan dalam berdoa, yaitu mengawalinya dengan menyebut nama-nama baik Allah (Asmaul Husna) dan bershalawat kepada Rasulullah SAW. Kemudian memohon dengan bersungguh-sungguh, serta memperhatikan waktu-waktu istimewa di mana doa dikabulkan. Wallahualam. (*) 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

1

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X