
hariansuara.com, Jember (7-DC.COM) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kamera digital, kamera analog ternyata tak pernah kehilangan pesonanya. Kamera-kamera tua bahkan ibarat magnet bagi para pehobi maupun kolektor, karena bisa mendatangkan keuntungan materi.
Studio Wakajzee yang terletak di Jalan Sultan Agung, Jember, Jawa Timur itu merupakan satu-satunya studio di sana yang masih menawarkan kamera analog untuk sesi foto bagi pelanggannya.
Puluhan kamera jenis analog terpajang di sana dengan kondisi ciamik, terawat dan berfungsi baik.
Kamera-kamera milik studio Wakajzee umumnya berasal dari Jepang dan Eropa, seperti kamera merek Pentax, Ricoh, Minolta, Canon dan sebagainya.
Menurut pemilik studio foto Wakajzee, Yudho Andriansyah, merawat kamera tua tidak mudah, karena usianya sudah sangat tua sehingga rentan sekali rusak.
“Kamera kuno umumnya menggunakan sistem mekanik. Kerusakannya relatif bisa lebih mudah diperbaiki dibandingkan kamera digital,” ujar pria yang juga mantan vokalis grup Band Sevendream ini.
Yudho menambahkan, memburu kamera jadul juga bukan perkara mudah. Tak jarang ia harus mendapatkannya hingga ke luar pulau.
Tidak dipungkiri, ada beberapa kemudahan yang tidak bisa didapatkan pada kamera analog dari sisi pengoperasiannya, namun para pehobi kamera tua mengaku memiliki kepuasan tersendiri saat menggunakan kamera analog. Di antaranya, gambar hasil jepretannya terkesan lebih natural dan jujur, berbeda dengan kamera digital yang bisa direkayasa sedemikian rupa.
“Dari sisi hasil, menggunakan kamera analog terkesan lebih halus dan natural saat difoto, sehingga memiliki kepuasan tersendiri,” ujar Fifi Rofiqoh, salah satu mahasiswi yang sering dijadikan model fotografi.
Meski kamera digital berteknologi canggih terus bermunculan, namun para pelaku seni fotografi, fotografer maupun kolektor terus memilih kamera-kamera tua. Walhasil, kian tua usia kamera analog, makin menjulang harganya, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. (Kumbang Ari)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU