Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Investasi

Reformed Music Movement, Beda Genre Satu Panggung

Investasi
06 Mar 2017
Reformed Music Movement, Beda Genre Satu Panggung

hariansuara.com, Jember – Setelah sukses menggelar event Reg Geonerations dengan guest star Duta Reggae Indonesia, Ras Muhamad, Sevendream City | Kampung Jakcloth (SDC) kembali dipercaya menjadi spot untuk konser musik lainnya dari komunitas musik indie Jember.

Konser musik kali ini bertajuk “Reformed Music Movement”, menampilkan Rebellion Rose (Jogjakarta), Gold Voice (Bali), The Bull Head (Bali), Watchout (Jember), Gugur Berkarat (Jember) dan Three Hundred (Jember).

Di gigs ini berbagai genre musik dijadikan satu, seperti punk, hardcore dan hip hop. Rupanya semangat brotherhood atau persaudaraan terus digelorakan dalam setiap pergerakan mereka. Apapun musik kesukaan kita, persaudaraan tetap terjalin. Begitulah kata-kata bijak dalam komunitas indie.

“Melalui Reformed Music Movement ini, kegiatan silahturahmi antar pegiat musik indie Jember dari berbagai macam genre itu kita jadiin satu dalam satu sesi musik biar saling kenal antar pegiatnya. Jadi gak ada sekat-sekat antar genre lagi.” kata Rendy selaku panitia acara kepada HarianSuara.com.

Acara ini terbilang sukses, sedikitnya seribu penonton berasal dari Jember dan kota lainnya meramaikan acara ini.

“Meriah banget pokoknya wis. Udah diluar dari apa yang dibikin sebelumnya, kirain bakal dikit (penonton) ternyata atmosfernya beda banget.” Ujar Dita, salah satu penonton.

Three Hundred, grup hip hop dari Jember tampil membuka acara, disusul penampilan band pengusung punkrock Gugur Berkarat. Dilanjutkan Watchout, salah satu grup hardcore Jember, tampil membakar suasana dengan lagu-lagu cadasnya. Aransemen sound band ini terbilang dewasa, karena Watchout punya jam terbang lumayan, sering tampil di luar kota Jember.

Usai Watchout ini giliran Rebellion Rose, band punkrock dari Jogjakarta ini tampil unik, kelima personilnya memakai riasan wajah ala The Addicts. Sukses membawakan lagu-lagunya dengan backing vocal para penonton di arena.

Menyusul giliran The Bullhead, band asal Karangasem Bali. Trio punk asal pulau dewata ini sukses membawakan lagu-lagunya yang bernuasa anthem tentang penolakan reklamasi teluk Benoa. 

Menutup pentas tampillah Gold Voice. Grup hip hop dari Bali ini sebelumnya melakukan atraksi fire spray di atas panggung dan menghentak dengan beat-beat lagu memberontak dalam iringan seorang DJ.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X