Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Investasi

Culture Fashion Jember Parade Gali Potensi Modeling, Make Up, Tari & Batik

Investasi
14 Aug 2017
Culture Fashion Jember Parade Gali Potensi Modeling, Make Up, Tari & Batik

hariansuara.com, Jember - Sebanyak 200 model dari usia remaja hingga dewasa tampil di Seven Dream City (SDC) dalam ajang Culture Fashion Jember Parade selama dua hari (12-13/8). Model yang didominasi oleh remaja putri ini berasal dari sejumlah sekolah yang tersebar di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Suasana gelar keriaan di SDC Art Centre di Jl Slamet Riyadi No 168, Baratan, Patrang, Jember itu sangat meriah. Wajah-wajah cerah peserta mewarnai area pentas. Kaum muda berbakat di bidang modeling dengan penuh percaya diri tampil menguji talenta. Inilah ajang pencarian bakat di bidang modeling, juga peluang untuk mengembangkan kebisaan para eksibisi tari, workshop busana batik dan tata rias pengantin.

Mustafa Kamil selaku panitia mengatakan, di Jember ada JFC (Jember Fashion Carnaval) yang lebih condong ke busana karnaval. Sementara untuk tata rias dan busana pengantin belum terkespos secara maksimal.

 “Tujuan dari acara ini untuk memperkenalkan di Jember ada potensi desain baju, pengrajin batik, tata rias, busana pengantin itu masih belum terkespos selama ini. Jadi, ini kesempatan untuk tampil ke dunia luas. Kalau model-model ini ada dari beberapa sekolah yang kita ambil, desainernya dari Jember,” ujarnya.

Pria yang akrab di sapa Afa ini menerangkan, selain membuka kesempatan bagi talenta-talenta muda yang ingin berkiprah di dunia modeling dan tata busana, juga ingin mengangkat desain-desain dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tata Rias Pengantin.

Salah seorang peserta, Kiran Walada, siswi SMAN 5 Jember, mengaku senamg sekali bisa ikut menjadi model di acara tersebut. Ia bersama belasan siswa lainnya terpilih untuk mewakili sekolahnya. Meski tak memiliki cita-cita sebagai model, namun dengan mengikuti acara ini dirinya mendapat banyak pengalaman.

“Menyenangkan ikut acara ini karena saya bisa belajar bagaimana caranya bersikap dewasa dan profesional dan ber-attitude yang baik. Kendalanya sih cuma membagi waktu saja. Soalnya saya kan masih ada kegiatan lain di sekolah. Tapi intinya, saya senang bisa tampil di depan orang banyak  membawakan baju hasil rancangan teman-teman sendiri,” ujarnya.

Kebungahan juga dilontarkan oleh para perajin batik, pengusaha salon dan tata rias di Kabupaten Jember. Mereka berharap setelah acara ini bisa terus berkelanjutan dan meningkat menjadi semacam ekspo rutin untuk mengangkat industri kreatif di bidang desain busana dan tata rias. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X