
hariansuara.com, Jember - Selama 40 tahun tidak berjumpa, reuni di hall Seven Dream City di Jalan Slamet Riyadi No 168, Baratan, Patrang, Jember, Jawa Timur itu meninggalkan kesan teramat dalam. Tak kurang dari 8 guru SMP Dewi Sartika Jember dan sejumlah siswa-siswi Angkatan 1977, yang berkumpul di Art Center tersebut, larut dalam kesukacitaan.

Suasana hangat, haru dan penuh suka cita mewarnai sepanjang acara. Mereka saling menumpahkan kangen dalam canda ria. Memori manis saat masih pelajar SMP Dewi Sartika Jember itu seolah hidup kembali. Acara semakin semarak tatkala digelar acara menyanyi dan berjoget bersama.
“Kami sangat bersyukur, dari jalur silaturahmi ini kami mendapatkan doa dari Bapak dan Ibu Guru semua. Kami masih juga mendapatkan wejangan, sehingga Bapak-Ibu Guru mewakili orang tua kami yang sudah tiada," ujar Hendy Siswanto, owner Seven Dream City, yang didampingi oleh istri tercinta, Hj Kasih Fajarini.

"Sungguh barokah acara pada hari ini. Mudah-mudahan acara ini akan menjadi satu kenangan manis dan satu doa kami kepada Allah, sehingga kami semuanya diberikan panjang umur, sehat dan keberkahan di dalam perjalanan kehidupan ini.”

Dalam pidato selaku Tuan Rumah, Hendy Siswanto juga sempat mempersilakan Seven Dream City yang dibangunnya tersebut dijadikan sebagai Markas Besar Angkatan 77 SMP Dewi Sartika Jember secara bebas, karena kami juga perlu berkreasi.

Di akhir acara yang ditandai dengan ramah tamah, makan bersama dan pemberian bingkisan manis kepada para guru, Hendy Siswanto menyampaikan, “Bapak-Ibu Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Namun tanpa jasa mereka, kita tidak akan bisa menjadi manusia yang memiliki etika. Terima kasih kami untuk Bapak-Ibu Guru.” (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU