
hariansuara.com, Jakarta - PSSI berharap ketegasan dan keberanian wasit asing dalam memimpin pertandingan harus menjadi pelajaran bagi perangkat pertandingan Indonesia.
"Sikap dan ketegasan wasit sangat menentukan jalannya pertandingan, seperti kasus pada dua pertandingan yang dipimpin wasit asing. Saya harap kita bisa banyak belajar dari hal ini," jelas Direktur Teknik PSSI Danurwindo, dikutip dari laman resmi PSSI, Jakarta, Selasa.
Adapun dua laga yang dipimpin wasit asing adalah Persib Bandung melawan PS TNI pada Sabtu (5/8), dan PSM Makassar kontra Mitra Kukar, Senin (7/8).
Performa wasit dalam pertandingan tersebut mendapat pujian dari tim-tim yang bertanding.
Wasit asal Australia Shaun Evans pun memberikan beberapa masukan tentang bagaimana wasit bekerja dalam sebuah laga. "Pertama, di area teknis, tidak ada toleransi bagi siapapun baik itu pelatih atau ofisial untuk masuk ke lapangan kecuali seizin wasit."
Kedua, wasit berhak memberikan kartu merah apabila pemain atau ofisial melakukan protes, mendekati atau bahkan menyentuh wasit dengan maksud untuk mengintimidasi yang pada akhirnya mempengaruhi jalannya pertandingan.
"Ketiga, wasit harus memiliki daya tahan tubuh yang baik dan fit selama 90 menit hingga tambahan waktu. Selain itu, posisi harus tepat dan bisa memberikan ketegasan yang diperlukan dalam suatu pertandingan sepak bola," tutur dia.
PSSI berencana ada tiga periode penugasan wasit asing dan di setiap periode PSSI akan mempekerjakan wasit dari negara berbeda. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU