
Jakarta - Musibah yang menimpa dua korban sepak bola belakang ini tampaknya mendapat perhatian khusus dari operator penyelenggara kompetisi Indonesia Soccer Competition (ISC), yaitu PT Gelora Trisula Semesta (GTS).
Pihak PT GTS berjanji untuk segera menindak tegas para pelaku kerusuhan di area kompetisi sesuai dengan regulasi kompetisi dan kode disiplin ISC.
Menurut Direktur Utama PT GTS Joko Driyono, proses penegakan regulasi insiden kerusuhan suporter di Gresik mulai berjalan sejak hari ini. Proses dimulai dengan pengumpulan seluruh informasi dan keterangan dari semua pihak yang terlibat di dalamnya.
"Insiden ini akan masuk dalam jadwal sidang Komite Disiplin Kamis, 26 Mei 2016. GTS akan melakukan investigasi serta audit ke Gresik 25 Mei nanti. Semua demi sepak bola Indonesia yang lebih baik," kata Joko di Jakarta, Senin (23/5/2016).
Kasus meninggalnya supporter sepak bola di perhelatan ISC tidak hanya terjadi di Gresik, melainkan di Jakarta pada 29 April lalu, yaitu suporter Persija dan pada 22 Mei lalu terjadi di Sleman.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU