Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Ini Pesan Baginda Rasulullah SAW Ketika Berjangkit Wabah

Nasional
06 Jul 2021
Ini Pesan Baginda Rasulullah SAW Ketika Berjangkit Wabah

hariansuara.com, Jakarta - Menghadapi lonjakan signifikan kasus Covid-19 belakangan ini, Pemerintah menerapkan regulasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 berlaku se-Jawa dan Bali selama 3-20 Juli 2021. Hal ini dilakukan, karena ribuan saudara kita sebangsa telah meninggal karena Covid-19. 

Terakhir kita kehilangan politikus senior dari Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri. Putri Proklamator dan Presiden RI pertama, Ir Soekarno, ini berpulang setelah sempat beberapa hari dirawat karena Covid-19. Selang sehari kemudian, aktivis Partai Demokrat, yang juga artis dan pegiat sosial, Jane Shalimar, yang menyerah pasca berjuang melawan Covid-19. 

Sangat beralasan jika PPKM Darurat Covid-19 ini diterapkan. Untuk menyelamatkan masyarakat, Pemerintah Pusat, terus turun ke Provinsi, Kabupaten/Kota lalu ke Tingkat Kecamatan, Kelurahan sampai jajaran terkecil, RT/RW, yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Konsekuensi dan aturan detailnya silakan simak di instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 Wilayah Jawa dan Bali.  

PPKM Darurat diberlakukan mulai 3 Juli lalu sampai nanti 20 Juli. Anehnya, dalam pelaksanaan itu, ada saja yang teriak merasa haknya diusik. Padahal PPKM sejatinya justru mesti ditaati dengan penuh kesadaran. Tak perlu sampai harus diawasi, disidak, ’ditongkrongi’ atau apa pun istilahnya. Toh regulasi PPKM ini untuk menjaga keselamatan diri, sekaligus menjaga keluarga dan lingkungan sebagai wujud tanggung jawab manusia selaku makhluk sosial.  

Stay at Home alias Tinggal di Rumah

Dalam hadits sahih HR Bukhari, Nasa’i dan Ahmad, Rasulullah SAW menjelaskan tentang tha’un, wabah penyakit di masa silam, kepada Siti Aisyah RA:

“(Wabah) Tha’un adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang yang beriman. Maka tiada seorang pun yang tertimpa tha’un, kemudian ia menahan diri di rumah dengan sabar serta mengharapkan ridha-Nya seraya menyadari tha’un tidak akan menimpanya kecuali telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid.” 

Banyak pesan Rasulullah tersurat dalam sunnah itu. Pertama, wabah penyakit adalah ujian atau cobaan yang Allah tentukan ke sesiapa yang dikehendaki-Nya. Allah itu Ar Rabb, Maha Mengatur segala yang ada di langit dan bumi. Pun, Allah adalah Al Jabbar, Maha Berkehendak. Adanya wabah Covid-19 ini pun Allah yang menciptakan sesuai kehendak-Nya. Sesuai dengan nama Allah yang baik lagi indah, Al Khalik, Maha Pencipta. 

Karena kehendak Allah, maka tak seorang pun bisa berkelit dari Covid-19. Sekali lagi, Covid-19 bukan azab, maka tak bisa kita sebut saudara kita yang terinfeksi Covid-19 itu ‘sedang diazab’, kemudian menghakiminya. Seharusnya yang sehat berempati dengan membelikannya buah, panganan atau sekadar minyak kayu putih untuk menghangatkan dadanya.

Kedua, wabah Covid-19 adalah bukti akan besarnya kasih sayang Allah kepada manusia. Allah memberi kesempatan kepada kita semua untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Kesempatan untuk menghentikan perbuatan buruk, bermaksiat, atau durhaka kepada Allah.

Ketiga, pesan Rasulullah SAW, dalam istilah sekarang, stay at home. Tidak keluar rumah, salah satu dari protokol kesehatan (prokes) 5 M. Ini strategi untuk memutus rantai penularan dan penyebaran Covid-19, bila tidak mau pandemi semakin buruk dan tak terkendali.

Stay at home tujuannya memindahkan aktivitas keseharian ke rumah. Bekerja dari rumah (Work from home), siswa dan mahasiswa belajar dari rumah (study from home), bahkan beribadah pun di rumah. Namun, patut dipahami, stay at home bukan berarti kita sedang meninggalkan atau menutup kantor, sekolah dan tempat ibadah. Ini semata ikhtiar untuk melindungi diri dari terinfeksi virus Covid-19. Bagi muslim, dalam rangka menjalankan sunnah Rasulullah ketika wabah berjangkit.

Tilik kalimat “menahan diri di rumah” adalah larangan keluar rumah atau mendatangi daerah di luar yang tercemar Covid-19. Sama seperti kebijakan Rasulullah yang diwujudkan berupa larangan mudik, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan kini PPKM Darurat Covid-19. Tujuannya agar kita terlindung dari tertulari penyakit. 

Pada sunnah yang lain, (HR Bukhari), berbunyi: ”Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." Jadi, yang dimaksud, kita tidak tertulari, dan sebaliknya, tidak menulari orang lain. 

Pesan penting Rasulullah lainnya, bersabar menerima ketentuan Allah yang telah digariskan-Nya. Sabar bekerja di rumah, belajar di rumah, juga beribadah di rumah. Jalani dengan ikhlas, sabar dan enjoy, penuh syukur. Toh Allah yang menakdirkan semua ini. Bila pun Anda di rumah, tetap berikhtiar meningkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum vitamin dan minum susu. 

Khusyu Beribadah dan Perbanyak Doa

Katakan, Anda sekarang bekerja dari rumah. Yang dulu berangkat kerja mesti meluangkan waktu 1-2 jam untuk berangkat-pulang. Nah, saat stay at home, waktu Anda berlebih, maka nikmati saja untuk beribadah. Dulu sempat mengaji 1 halaman tiap hari, sekarang bisa berlipat, mengaji 1 juz per hari, misalnya. Anda juga bisa sholat sunnah rawatib dan sholat sunnah lainnya.

Karena beribadah di rumah, Anda malah bisa sholat berjama’ah bersama keluarga. Mengapa tidak? Nilai pahalanya 27 kali lipat daripada sholat sendiri. Nah, banyak-banyaklah beribadah bersama keluarga. Menarik bukan, skenario Allah di balik ujian Covid-19 ini? Tentu, bila Anda menghadapi regulasi dengan ikhlas dan tawakal kepada Ilahi Rabb. (*) Nuh/Prabu       Foto: IST/@kemendagri      

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X