
hariansuaracom, Jember - Sabtu (20/08/2021) kemarin, Mensos Tri Rismaharini lakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hadir bersamanya, Anggota Komisi VIII DPR RI, Umar Bashor, dan beberapa pejabat Kemensos. Tampak juga pihak perbankan penyalur bansos Program Keluarga Harapan (PKH).
Terjadi ketegangan saat digelar agenda rapat koordinasi dan sinkronisasi data penerima bantuan PKH di Lumajang, Jember dan Bondowoso di Hotel Aston.
Muasal ketegangan, di Jember ada 8.000 bantuan sosial (bansos) PKH belum tersalurkan ke penerima yang berhak. Dalam kunjungan kerja sebelumnya ke Jawa Barat, peristiwa serupa juga terjadi. Kala itu Mensos emosi begitu tahu ada 5.000 bansos yang mangkrak. Ternyata di Jember jumlahnya lebih banyak lagi.
Sejak awal, Maret 2021 lalu, PKH ini dipercayakan Mensos ke bank BUMN agar bansos tersebut dapat lancar dan segera bisa dinikmati oleh warga masyarakat yang membutuhkan. Mensos sangat prihatin, karena bansos ini semestinya bisa meringankan beban hidup warga miskin.
Dinyatakannya dengan suara bergetar menahan luapan emosi, “Bilang dari awal kalau nggak siap, nggak sanggup. Mundur, saya carikan yang lain. Ngomong gitu mudah. Tapi ini sudah Agustus, dan bansos itu sendiri sejak Maret yang lalu.”
Bansos ini bantuan untuk orang miskin, lanjut Mensos. Jawaban atas doa-doa mereka yang membutuhkan pertolongan. Ini bantuan ada, tapi tidak tersalurkan. Kalau saja warga miskin ini berdoa bareng, bisa-bisa akan membuat bank itu amblas.
Untuk itu dimintanya pimpinan bank penyalur bansos PKH itu menegur anak buahnya di Cabang. Mencari tahu masalahnya, lalu mengingatkan mereka segera jalan menyalurkan bansos itu.
Saat rakor tersebut, hadir pejabat dari Pemerintah Kabupaten Jember, Bupati Hendy Siswanto, Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Terkuak jawaban bank BUMN penyalur bansos itu kendala di lapangan. Bansos 5.000 buah itu terganjal belum selesainya proses migrasi dari bank penyalur yang ditunjuk sebelumnya. Sedangkan 3.000 bansos lainnya, ada 3.000 kartu PKH yang belum terdistribusi atau diambil.
Mensos Risma beri waktu dua hari untuk menuntaskan urusan bansos itu. Ia juga perintahkan anak buahnya tinggal dua hari kerja ke depan di Jember, Senin-Selasa (30-31/08/2021) untuk memastikan proses pengurusan bansos ini tuntas diselesaikan.
Adapun ntuk penyaluran bansos, Mensos Risma minta kepada Bupati Jember Hendy Siswanto agar dipusatkan di Pendopo Wahyawibawagraha sampai Selasa esok. Bupati Hendy mengiyakan. (*) Rohidah/Nuh Foto: @Pemkabjember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU