
hariansuara.com, Jakarta - Setelah sempat dua bulan perkuliahan daring, Monash University Indonesia mulai menggelar perkuliahan hybrid. Mahasiswa Angkatan Pertama (2021) belajar secara daring dan luring di kampus yang terletak di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.
Terdapat pula program kuliah bergelar PhD dan beberapa program eksekutif dan mikro-kredensial. Di antaranya, berkolaborasi dengan Monash Business School Australia, program eksekutif meliputi studi Digital Strategy Transformation (Maret-April), Fostering Innovation and Leading (Juni-Juli) dan Leading Complexity (Agustus-September).

Pro Vice-Chancellor dan President (Rektor) Monash University Indonesia, Profesor Andrew MacIntyre, menyatakan suka cita dan antusiasme menyambut perkuliahan tatap muka ini.
Monash University dinyatakan sebagai kampus asing bertaraf internasional pertama di Indonesia. Dirancang dalam desain bangunan berprinsip universal dan inklusif. Terbuka bagi seluruh kalangan, dengan fasilitas ruang ibadah lintas agama (inter-faith prayer room) di setiap lantai gedung.
Pun, wujud inklusivitas tersebut tercermin pada penanda informasi dalam huruf braille di setiap ruangan. Fasilitas alat bantu dengar juga tersedia. Yang sangat menarik, kehadiran perpustakaan digital yang lengkap dengan dukungan inovasi teknologi dan koleksi buku digital yang lengkap.
Chief Operation Officer (COO) Monash University Indonesia, Tantia Dian Permata Indah, mengatakan, kampus ini sudah tak asing lagi di Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Di antaranya, bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dalam program World Mosquito Program (WMP), melakukan riset tentang pemukiman informal dan perbaikan kesehatan lingkungan dalam program RISE; dengan Herb Feith Centre sebuah pusat studi Australia-Indonesia; dan riset di sektor lingkungan bersama ClimateWork.
Pun, aktif berkolaborasi dengan pelaku binis dan industri lokal, serta menawarkan kemitraan mutual dengan beberapa perusahaan, seperti Tokopedia, tiket.com, Bank Mandiri dan lainnya. Saat ini lebih dari 10 staf berkualitas dari Indonesia yang bergabung di Monash University dan akan bertambah jumlahnya di masa depan. (*) Santang/MTS Foto: Monash University Indonesia.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU