hariansuara.com - Masyarakat pecinta tinju di Tanah Air merasakan kehilangan yang sangat dengan kepergian Hero Tito pada Kamis (3/3/2022) pukul 16.45 di usia 35 tahun. Petinju nasional ini wafat setelah 5 hari koma akibat pukulan uppercut James Mokoginta di menit ke-2 Ronde ke-7 pada tanding Kelas Ringan Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) di acara Holywings Sport Show.
Benar, Heru Purwanto, nama asli petinju asal Malang, Jawa Timur itu telah tiada. Namun, inspirasi dari perilaku, sikap, dan semangatnya tak akan pernah mati. Seperti halnya ia terinspirasi bertinju dari ayah dan kakaknya. Termotivasi, dari umur 12 tahun, ia berlatih tinju di bawah kawalan pamannya, Widodo.
Ia tantang dirinya, push to the limit, hingga akhirnya dari petinju amatir menjadi petinju profesional. Dari 45 kali berlaga, 27 kali menang (11 KO), 16 kalah (6 KO), dan 2 seri. Sebagai petinju, namanya tercatat menjuarai tanding di ring nasional dan internasional.
Kejuaraan Daerah menjadi awalnya berprestasi. Empat kali juara nasional di Kelas Bulu (57,1 Kg) pada 2012 (KTPI) dan 2013 (KTI), lalu juara di Kelas Ringan (58,9 Kg) pada 2016 (ATI) dan 2017 (KTI).
Hero Tito berhasil menangkan kejuaraan tinju internasional. Di Timor Leste ia raih Kejuaraan Tinju Dunia Sabuk Emas Xanana untuk Kelas Ringan World Professional Boxing Federation (WPBF) International pada 2016. Ia menang TKNO atau technical knock-out lawan Thongchai Kunram dari Thailand dengan pukulan uppercut. Ternyata, jenis pukulan sama yang mengantarkan Hero Tito ke peristirahatan terakhir.
Kata banyak orang yang mengenalnya, Hero Tito petinju yang sarat talenta. Ia juga pekerja yang keras, fokus, dan determinatif dalam mewujudkan cita-citanya. Namun, secara pribadi, ia seorang yang lembut dan penyayang. Pun sebagai suami dan ayah di keluarganya. Ia lebih bicara melalui tindakan, pembuktian, daripada kata-kata.

Terbukti, pada hari akhirnya menjemput takdir, Hero Tito ternyata tengah berikhtiar merampungkan pembangunan rumahnya sebagai bukti cintanya kepada istri dan anak-anaknya. Baru jadi setengah, keburu usianya tak sampai.
Inspirasi Hero Tito tak Pernah Mati
Kepergian Hero Tito yang terhitung tiba-tiba itu tinggalkan duka bagi banyak orang. Tak hanya keluarga. Para sahabatnya yang kehilangan mendoakannya hidup bahagia di alam sana.
Tilik ucapan mereka di akun instagram resmi @herotheliontito. Doa dari @rivaldop701 untuk Hero Tito tenang di surga. Lalu @wijaya_napitupulu, “Selamat jalan kawan. Bangga pernah mengenalmu. Ya Allah, ampunilah segala dosanya dan berikanlah tempat terbaik di sisi-Mu." Diikuti juga oleh @johanes__patrix yang mengucapkan “Selamat jalan Coach” dengan emotikon menangis.

Bahkan komentar tulus dari @raja.custom.mlg yang menyampaikan, “???? SELAMAT JALAN LION???? ???? Umak pahlawan kluarga Dan Kebanggaan nawak - nawak MALANG RAYA !!” Tersirat betapa kebanggaan dan kecintaan masyarakat Malang, Jawa Timur kepada Hero Tito.
Melalui akunnya @herotheliontito, almarhum yang penuh semangat semasa hidupnya terus menginspirasi. Itulah kenapa Hero Tito dibilang terus 'hidup' dan menyemangati tunas-tunas muda Indonesia, calon petinju dunia masa depan.
Satu kali ditulisnya, “Bangun, berlatih dan semangat, Ilmu dan pengalaman tidak didapatkan dengan tubuh yang bermalas malasan????. Kemudian, “Jangan berhenti sampai kamu bangga, keep training????.” Kepada tunas muda, ia mengajak mereka “Terus mengasah kemampuan???? Nb:yang bisa menolongmu diatas ring adalah berlatih dan berlatih keras????”. (*) Bisri/MTS Foto: @herotheliontito
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU