Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Tuli tak Halangi Damaz Jadi Pengusaha Minuman Segar Ndelok

Nasional
09 Mar 2022
Tuli tak Halangi Damaz Jadi Pengusaha Minuman Segar Ndelok

hariansuara.com - Anda suka bepergian naik MRT (Moda Raya Terpadu)? Yup, cobalah hari ini singgah di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan. Di salah satu sudut kuliner, Anda akan temukan gerai minuman dengan pilihan rasa kekinian. 

Ndelok (menatap, Bahasa Jawa), namanya. Unik ya. Dan, yang tak kalah istimewanya adalah founder sekaligus owner-nya, Damaz Bagaskara. Seorang pemuda kelahiran 5 September 1994. Passion besarnya, ingin menjadi orang yang mandiri. 

Nah, gairah itulah yang melatari gagasan Damaz membangun Ndelok di rumah pada 2019. “Setahun saya melayani pesanan online, sebab saya ketika itu masih kerja di kantor. Baru pas Covid-19, saya resign agar fokus  mengembangkan usaha sendiri, yaitu Ndelok ini,” kata Damaz kepada hariansuara.com.

Tamat D3 jurusan Graphic Design di UniSadhuGuna International College (2012-2015) Jakarta, Damaz kemudian melanjutkan pendidikannya ke Strata 1 jurusan Advertising di Northumbria University of Newcastle, Inggris (2015-2016). Lulus kuliah, selama 5 tahun ia bekerja sesuai latar keilmuan, dan selalu pindah kerja setiap tahun. Agaknya ia lebih cocok menjadi enterpreneur seperti sekarang, meski menyambi freelance UI/UX Designer seperti Mobile App dan Website.

“Saya Tuli”

Setiap Senin-Jumat, dari pukul 10 pagi sampai 5 sore, Damaz ada di gerai Ndelok MRT Fatmawati. Jangan kaget jika di awal jumpa, ia akan memperkenalkan diri dengan ramah, sambil berkata, “Saya Tuli”.

Rupanya, ini strategi komunikasi dengan tujuan customer tahu kondisinya. Sekaligus menghindari terjadi hambatan komunikasi melalui oral. Setelah itu, Anda bisa pesan minuman kesukaan dan dia segera menyiapkan pesanannya.

 

“Alhamdulillah, empat bulan Ndelok jualan offline berjalan lancar. Saya bersyukur sekali, Ndelok lolos seleksi jadi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan bisa buka di MRT Fatmawati. Ihwalnya, teman memberi saya info  tentang seleksi UMKM, lalu saya menyusun proposal Ndelok. Setahun kemudian, pada 2021, lolos,” lanjut Damaz, yang terus menggali cara membuat konten menarik di media sosial, juga membuat promo sehingga customer dapat membeli dengan lebih murah. 

Menurut kepada Orang Tua

Lahir sebagai bungsu dari dua bersaudara, Damaz dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh Papa dan Mamanya—Zulfi Agustian dan Dewi Ramayanti. Mereka menyiapkan Damaz yang berkebutuhan khusus ini sama seperti pola didik kepada si Sulung, Dimas Perdana.

Di antaranya, Damaz hanya sebentar bersekolah di LSB Santi Rama Fatmawati. Ia kemudian dimasukkan ke sekolah umum di SDN 06 Pagi, Cipete, SMP 240 di Radio Dalam, dan SMA di Morocco International Islamic School di Radio Dalam juga. Tujuannya agar bisa bergaul dengan anak-anak dengar sebayanya.

“Orang tua pada awalnya juga condong mengikutkan saya ke terapi bicara. Setelah bisa bicara lancar dan jelas, baru belajar bahasa isyarat,” ujar Damaz membagi tip pola didik dari orang tuanya.  

Papa dan Mama Damaz dari dulu mengajarkan untuk menjaga sholat 5 waktu. Setiap hari dibangunkan pukul 3 pagi untuk Sholat Tobat, Sholat Tahajjud dan Sholat Hajat. Hikmahnya, aku Damaz, ia jadi terbiasa. Pukul 3 pagi pasti terbangun sendiri, meski baru tidur pukul 11 atau 12 malam selesaikan tugas freelance. 

Bersyukur dan Tiada Henti Bersyukur

Damaz bersyukur lahir dikaruniai orang tua yang mendidik dan menyekolahkannya dengan baik. Menanamkan nilai-nilai luhur, seperti selalu ingat menyisihkan rezeki untuk bersedekah. Kebiasaan bersedekah dari kecil sekarang jadi satu kebutuhan. Setiap Jumat, kata Damaz, Ndelok selalu memberikan minuman ke BPJS maupun pengemudi Gojek/Grab.

Hal lain adalah penting bagi anak menurut pada orang tua. Ia merasakan banyak kemudahan karenanya. Jalan yang terbuka bagi Ndelok menjadi UMKM di MRT. Di luar sangkaannya, sekaligus disyukurinya, @mrtjkt memberinya kesempatan memperkenalkan produk Ndelok kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara Hari Disabilitas International 2021. 

Keberkahan lainnya, mendapat kesempatan diundang secara personal oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Direktur Utama PT MRT, William Sabandar, ikut pameran UMKM di Pentas Animal Komodo Labuan Bajo.

Damaz juga dapat peluang bermain di film Kereta Kita MRt Jakarta sebagai pemeran utama di Festival Film Pendek Kereta Kita (FFP)01-02 Desember 2019. https://www.viddsee.com/video/the-train-between-us/u4z2i?locale=id. Pun, dipercayakan menjadi talent iklan. Apa harapan ke depan? 

“Semoga ke depan saya bisa membuka lapangan kerja untuk teman-teman dengan disabilitas. Semoga Allah bukakan jalan, ada rezekinya. Kepada para penggiat UMKM di Indonesia, semakin kreatif membuat bisnis-bisnis baru,” ujar Damaz..  

“Jangan menyerah atau putus asa. Harus mau capek kalau mau sukses dan membuat orang tua bahagia dan bangga. Jika orang tua meminta apa pun atau menyuruh sesuatu, kerjakan. Harus menurut dan percaya pada orang tua, sebab kita akan selalu mendapatkan keberkahan.” (*) MTS      Foto: Dok Damaz, @ndelok.id

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X