Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Rekor MURI untuk Prestasi Internasional Dosen Unika Atma Jaya, Dominikus David 'Raxel’

Nasional
25 Mar 2022
Rekor MURI untuk Prestasi Internasional Dosen Unika Atma Jaya, Dominikus David 'Raxel’

hariansuara.com - Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan, Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, saat ini masyarakat masih berjuang mengendalikan penyebaran virus COVID-19. 

Di sisi lain, telah menyebar perasaan kecemasan, ketakutan, tekanan mental akibat dari isolasi, pembatasan jarak fisik dan hubungan sosial, serta ketidak pastian.  

Kondisi ini mendorong Dosen Fakultas Pendidikan dan Bahasa Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Dominikus David 'Raxel' Biondi Situmorang, S.Pd., M.Pd., M.Si., CT., CPS., CBNLP menyoroti kesehatan mental masyarakat selama pandemi. Ia menggunakan teori ciptaannya sendiri. 

Tercatat, David ‘Raxel’ Biondi jadi orang pertama dan satu-satunya asal Indonesia yang artikel hasil penelitiannya tembus dan terpublikasi di Jurnal Internasional Bereputasi Terindex Scopus Q1 milik Cambridge University Press, yaitu Palliative and Supportive Care dengan "Rapid Tele-Psychotherapy". 

Dominikus David 'Raxel' kembangkan teorinya dengan mengombinasikan media jarak jauh dalam mengatasi trauma seseorang. Video call, misalnya, digunakan sebagai alat untuk telekonseling atau telepsikoterapi.   

Uniknya, dosen tetap Program Studi Bimbingan dan Konseling ini mengolaborasikan seni musik sebagai salah satu treatment.  

Seperti pepatah, setiap usaha diupayakan dengan gigih pasti membuahkan hasil. Pun, perjuangan Dominikus ‘Raxel’. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2021, karya tulisnya terpublikasi di Jurnal Internasional Bereputasi terindex Scopus Q1 milik Cambridge University Press. 

Dominikus berencana melanjutkan penelitian teorinya tersebut untuk lebih mengukuhkan karya tulisnya. Tentu, perjalanan itu tidaklah mudah. Seperti dari awal bagaimana ia memulai segala sesuatunya secara independen dengan membawa nama pribadi.  

Bagi Dominikus, nilai Atma Jaya "Untuk Tuhan dan Tanah Air" jadi suntikan semangat baginya untuk terus berkarya di skala nasional maupun go-international, khususnya bagi Fakultas Pendidikan dan Bahasa Unika Atma Jaya. (*) Sayuti/MTS     Foto: Unika Atma Jaya  

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X