Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

3 Keluarga WNI Masih Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat Pakistan

Nasional
28 Sep 2022
3 Keluarga WNI Masih Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat Pakistan

hariansuara.com - Masyarakat Pakistan terus ikhtiar bertahan dari dampak banjir bandang yang menenggelamkan sepertiga dari negara ini. Provinsi Sindh dan Balochistan di Selatan Pakistan tercatat sebagai wilayah yang paling terdampak parah.

Informasi terkini, Islamabad, Ibu Kota Pakistan, tidak mengalami kebanjiran. Hanya Kota Swat di Provinsi Khyber Paktunkhwa terdampak juga. Ini wilayah terdekat dari Islamabad sekitar tiga jam perjalanan darat. Pun, ada beberapa kota lain di Provinsi Gilgit Baltistan. 

Terkabar, ada tiga keluarga Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak banjir di Pakistan. Menurut catatan yang terakreitasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia Islamabad adalah di wilayah Swat, tinggal keluarga Siti. Mereka kemudian mengungsi ke tempat saudara ipar sekitar 10 km dari rumahnya. 

Kemudian Nadya sekeluarga, masih di Swat, bisa bertahan di rumahnya. Pun, Noviyatun dan keluarga yang tinggal di Balochistan bisa bertahan di kediamannya.

Banjir bandang di Pakistan tercatat mengenai 33 juta orang atau 15 persen dari total 220 juta penduduk. Dari data yang terhimpun, pada 3 September lalu korban tewas mencapai 1.265 orang, dan 441 di antaranya anak-anak. 

Satu pelajaran penting disampaikan Kepala Kebencanaan Alam Pakistan, Akhtar Nawaz, untuk menjaga kelestarian alam, terutama keberlangsungan hutan yang asri. Banjir dhsyat di Pakistan, ujarnya, merupakan dampak dari perubahan iklim yang ekstrim. Kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah titik. Kondisi ini menyebabkan perubahan iklim, dengan gelombang panas yang tak terelakkan dan mencairkan glasier di pegunungan utara Pakistan. 

Bumi tempat seluruh makhluk hidup berada hanyalah satu. Menjadi kewajiban bersama untuk menjaga kelestarian alam. Tak ada yang sanggup menahan, apalagi melawan tatkala alam mulai 'bersuara lantang'. (*) Darajat/MTS              Foto: IST

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X